Kamis, 11 Oktober 2018 17:19

Antisipasi Politik Uang, Bawaslu Sosialisasikan Perbawaslu

Reporter : Iman Mulyono
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan.
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan. [istimewa]

Limawaktu.id, Bandung - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mulai menyosialisasikan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) No.7 Tahun 2018 terkait pengawasan kampanye, dana kampanye serta penindakkan pelanggaran dan Sentra Gakumdu dalam kampanye Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan menyebut koordinasi dilakukan guna mencegah praktik politik uang seperti pelacakan transaksi non-tunai dan juga barang bukti. Selain itu, kata dia, sosialisasi dinilai penting karena kampanye Pemilu 2019 sedang berlangsung.

Baca Juga : Potensi Pelanggaran Berkedok Agama Tinggi, Bawaslu Jabar Ajak Publik Berperan Aktif

"Pemilu 2019 bukan Pemilu yang ringan karena dalam sejarah, Pemilu serentak antara Pilpres dan Pileg ini baru pertama kalinya. Makanya momen ini penting untuk membangkitkan spirit kontestasi," kata Abdullah di Bandung, Kamis (11/10).

Dikatakan dia, dalam Pemilu 2019 sebanyak 16 Parpol terlibat dalam proses demokrasi sistem terbuka lima tahunan tersebut. Untuk itu, dirinya menilai Perbawaslu yang telah ditetapkan harus menjadi acuan seluruh Parpol peserta Pemilu terkait aturan kampanye, dana kampanye dan pelanggaran kampanye.

Baca Juga : Bawaslu Kota Cimahi Temukan 1.098 Pemilih Ganda Pemilu 2019

"Koordinasi di daerah juga kami lalukan. Bukan hanya antar Parpol tapi antar Caleg. Makanya, kaidah kompetisi dalam norma dan Uu penting untuk jadi perhatian bersama," kata dia.

Dirinya menyatakan, kompetisi dan kontestasi Pemilu di Jawa Barat tentunya harus menjadi referensi nasional sebagai contoh Pemilu yang jujur dan adil. Pasalnya, selama ini masyarakat masih mengkhawatirkan polemik yang terjadi di Pilkada Jakarta 2018, akan kembali terulang di Jawa Barat.

"Tapi itu tidak terbukti terjadi di Jawa Barat. Makanya kami di Jabar tidak akan terpengaruh kontestasi Pemilu seperti itu, karena kerangka aturan Pemilu menjadi koridor yang harus dilakukan," kata dia.

Dirinya menegaskan, Bawaslu Jawa Barat juga akan mengawasi segala bentuk praktek politik uang, di antaranya yang berkedok bantuan dan kegiatan keagamaan selama masa kampanye. Abdullah menyatakan, pihaknya berkomitmen membangun integritas agar Pemilu ke depan semakin baik.

"Jangan melakukan kampanye menanam cepat dan memetik cepat dengan cara politik uang. Kita berharap, Pemilu 2019 di Jabar juga bisa melahirkan Pemilu yang berintegritas dan berkualitas," kata dia.

Baca Lainnya