Rabu, 29 Agustus 2018 20:40

Anggota DPRD Kota Cimahi Main Ponsel Saat Rapat Paripurna, ini Jawaban 'Nyeleneh' Sang Ketua

Reporter : Fery Bangkit 
Sidang Paripurna Perubahan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018 di DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (29/8/2018).
Sidang Paripurna Perubahan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018 di DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (29/8/2018). [Fery Bangkit/ limwaktuid]
Sidang Paripurna Perubahan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018 di DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (29/8/2018).
Sidang Paripurna Perubahan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018 di DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (29/8/2018). [Fery Bangkit/ limwaktuid]

Limawaktu.id, - Bukannya serius mengikuti jalannya sidang, sejumlah Anggota dprd Kota Cimahi justru terlihat asik memanikan ponselnya.

Kejadian itu terlihat saat sidang paripurna 'Penyampaian dan Penjelasan Wali Kota tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018' di DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (29/8/2018).

Sidang paripurna sendiri dimulai sekitar pukul 16.40 WIB. Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana bertugas menyampaikan materi tentang APBD Perubahan 2018. Saat orang nomor dua di Kota Cimahi itu membacakan teksnya, sejumlah anggota legislatif malam fokus dengan ponselnya. Terpantau ada yang tengah menonton video.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan memberikan jawaban yang cukup 'nyeleneh'. Menurutnya, kebiasaan Anggota DPRD memainkan ponsel itu hal yang wajar.

Sebab, kata dia, kehadiran Anggota DPRD Kota Cimahi dalam sebuah sidang paripurna hanya untuk memenuhi quorum sidang. Jadi, yang dibutuhkan itu hanya kuantitas atau cukup dengan menghadirkan secara wujud.

"Kami dalam rapat paripuran tidak butuh kualitas anggota dewan, karena kualitas anggota dewan cukup disampaikan dalam pembahasan anggaran," kata Agun, sapaan akrab Achmad Gunawan saat ditemui di ruangannya, Rabu (29/8/2018).

"Di situ (ruang sidang paripurna) cukup kuantitas saja, nongkrong, tidur pun boleh," tambah Agun.

Dalam sidang paripurna kali ini, Agun sendiri memilih tidak ikut serta. Ia lebih memilih memantau sidang di ruang kerjanya. Sedangkan sidang dimpimpin tiga Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, yakni Bambang Purnomo, Agus Solihin dan Wahyu Widiatmoko.

Dikatakan Agun, memainkan ponsel saat acara sidang paripurna itu merupakan strategi politik dari masing-masing anggota. Contohnya, untuk meminta pendapat dari para ketua fraksi masing-masing dan ketua parta politik mengenai sikap politiknya.

"Strategi politik saja supaya orang terkecoh. Politik itu banyak strategi," ucapnya.

Namun jika berbicara etika, rasanya tak pantas ketika dalam acara sakral seperti rapat sidang paripurna, para wakil rakyat malah lebih memilih ponsel. Sebab setidaknya ponsel tersebut akan mengurangi fokus mereka dalam mengikuti sidang.

Namun lagi-lagi jawaban 'nyeleneh' pun dilontarkan Agun. Menurutnya, politisi dalam mengikuti sidang paripurna itu bisa sambil tertidur. Meski begitu, sikap politiknya bisa tetap tersampaikan.

Dia mencontohkan, ketika dalam sidang, ada voting soal keputusan yang imbang 10-10. Ketika misalnya anggota dewan yang sedang tertidur, maka otomatis keputusan menjadi lengkap yakni 10-11.

"Politisi itu bisa sambil tiduran, maen (ponsel), yang penting sikap politiknya tersampaikan. Dan politisi itu tetap terhormat walaupun sambil tidur," ujarnya.

Paripurna kali ini hanya berlangsung sekitar 20 menit, atau selesai pukul 17.00 WIB. Tak ada satupun anggota legislatif yang menyampaikan interupsi dan sebagainya.

Soal ketidakhadirannya dalam sidang kali ini, Agun merasa itu bukan masalah berarti. Dia beralibi, tanpa harus terlibat langsung, dirinya sudah mengetahui isi sidangnya seperti apa.

"Endingnya dimana saya sudah tau. Jadi gak harus (hadir) karena saya sudah tau isinya," tandasnya.

Baca Lainnya