Jumat, 1 Juni 2018 14:26

Anggaran KPU Jabar Rp 1,16 Triliun, Dukungan UNPAD setara Rp 20 Triliun

Reporter : Jumadi Kusuma
Penutupan Lomba Debat Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat yang berakhir di Unpad Training Center, Kamis (31/5/18).
Penutupan Lomba Debat Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat yang berakhir di Unpad Training Center, Kamis (31/5/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Universitas Padjadjaran (unpad) dinilai berperan penting dalam membantu sosialisasi Pilgub Jabar 2018. Dukungan penuh diberikan dalam berbagai acara, termasuk Lomba debat Mahasiswa.

Hal itu mengemuka saat penutupan Lomba Debat Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat yang berakhir di Unpad Training Center, Kamis (31/5/18).

Menurut Yayat, Unpad memberi kontribusi besar bagi sukses penyelenggaraan Pilgub Jabar pada Juni mendatang diantaranya FISIP dan FIKOM berpartisipasi dalam berbagai sosialisasi.

Baca Juga : Debat Mahasiswa, Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula?

"Bahkan Rektor pun turun tangan merumuskan materi debat publik para Paslon," sebutnya
.
Jika nominal anggaran kpu sebesar 1,16 triliun, menurut dia, maka dukungan Unpad setara 20 triliun.

"Oleh karena itu kami tidak mengalami kendala atau kesulitan yang tidak bisa diatasi," ujarnya.

Baca Juga : Dishub Kota Cimahi Risih Stiker Paslon Gubernur Dipasang di Angkot

Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Politik Unpad, Prof. Nandang Alamsyah menjelaskan lomba debat mahasiswa pada hakekatnya memperdebatkan masalah bangsa. "Tapi itu belum selesai," katanya.

Disebutkan Nandang, sesuai Ketetapan MPR RI Nomor VI/2001, terdapat sejumlah tantangan internal antara lain lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, fanatisme kedaerahan, kurangnya pemahaman kebhinekaan, keteladanan sikap dan perilaku pemimpin dan tokoh bangsa, serta kurangnya penegakan hukum.

Baca Juga : Banyak Stiker Paslon Pilgub Jabar pada Angkot, Begini Respon Panwaslu Kota Cimahi

"Sedangkan tantangan eksternal adalah globalisasi dan persaingan serta kuatnya pengaruh global terhadap pembuatan kebijakan".

Terkait kepemiluan, ia menyebut regulasi kepemimpinan belum terinternalisasi. "Kepemiluan berawal dari tahu, dan kegiatan debat mendorong orang menjadi tahu, dan dari tahu menjadi paham," pungkasnya.

Peserta yang mendaftar pada kompetisi itu sebanyak 48, kemudian melalui tahap penilaian essay terpilih 16 besar dan maju dalam babak selanjutnya.

Tampil sebagai juara pertama dari IPB, kedua UPI, dan ketiga UNISBA. Masing masing pemenang mendapat hadiah uang senilai 7 juta, 5 juta, dan 3 juta. Selain itu terpilih best suporter dari Universitas Nasional Pasim dan Habibul Fuadi Hanif sebagai best speaker dari IPB. Keduanya mendapat plakat.

Baca Lainnya