Jumat, 11 Mei 2018 14:10

Analisis Pengamat Soal Debat Putaran Kedua Pilbup KBB: Datar dan Buang-buang Waktu

Reporter : Fery Bangkit 
Gelaran debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018 putaran kedua
Gelaran debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018 putaran kedua [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Gelaran debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018 putaran kedua yang dilaksanakan Rabu (9/5/2018) malam disebut datar.

Tiga paslon yang beradu argumen disebutkan hanya sibuk saling serang argumen dan tidak menjawab permasalahan utama warga Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Debat putaran kedua yang diikuti paslon nomor urut 1 Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas), paslon nomor 2 Doddy Imron Cholid- Pupu Sari Rohayati (Kado) dan paslon nomor 3 Aa Umbara-Hengky Kurniawan (Akur) itu mengambil tema tentang pemberdayaan desa, tata kelola pemerintahan serta reformasi birokrasi.

"Ketiga calon belum bisa menghadirkan dan meyakinkan pemilih dengan program-program yang ditawarkannya. Masih cenderung pada hal-hal yang sifatnya normatif," kata Pengamat Politik Unjani Cimahi, Arlan Sidha saat dihubungi via sambungan telepon, Jum'at (11/5/2018).

Secara keseluruhan, diakui Arlan bahwa debat yang berdurasi 60 menit itu lebih baik dibandingkan debat putaran pertama lalu. Namun, tetap saja jawaban dan pernyataan dari ketiga paslon tidak memunculkan terobosan.

Arlan pun menyayangkan pada debat putaran kedua ini paslon nomor urut 3 membuang waktu. Dari waktu yang disediakan oleh moderator, selalu saja paslon nomor 3 menjawabnya secara singkat dan masih tersisa waktu banyak.

"Calon nomor 3 menjawab singkat. Masih ada waktu sekitar 40 detik, dia tidak bisa mengekspolresi, jawaban-jawaban lebih dalam lagi," ujarnya.