Senin, 14 Januari 2019 10:30

Alumni Unpar Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

acara di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Minggu (13/1) pagi, mereka mendeklarasikan dukungan bagi pasangan nomor urut 01.
acara di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Minggu (13/1) pagi, mereka mendeklarasikan dukungan bagi pasangan nomor urut 01. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali mendapat dukungan suara untuk Pemilihan Umum 2019. 

Kali ini dukungan datang dari sejumlah alumni Universitas Parahyangan yang tergabung dalam Parahyangan keur Jokowi (Parjo). Dalam acara di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Minggu (13/1) pagi, mereka mendeklarasikan dukungan bagi pasangan nomor urut 01 tersebut. 

Baca Juga : Jelang Pemilu, Wakil Walikota Bandung Ajak Tabayyun

Ketua Parjo Jawa Barat Yogaswara mengatakan, pihaknya mulai menata diri dan membentuk jaringan guna memenangkan pasangan tersebut pada Pemilihan Presiden mendatang. 

"Perlu kami tegaskan, kami siap dan solid untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," serunya. 

Baca Juga : Kebutuhan Tenaga Pengawas Pemilu di KBB Capai 5 Ribu Lebih, Minat? Nih Jadwal Rekruitmennya!

Perwakilan Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Ari Setia Sakti yang juga merupakan alumni Unpar, menyebut, deklarasi ini bertujuan untuk menghimpun partisipasi politik dalam Pilpres 2019.

"Aspirasi politik kami sebagai alumni Unpar tersalurkan melalui Parahyangan keur Jokowi," tegas dia.

Baca Juga : Polres Cimahi Siapkan Unit Cyber untuk Sikat Hoax Pemilu 2019

Menurut Ari, sebagai alumni Unpar, pihaknya memiliki keinginan, aspirasi, dan kebulatan yang sama untuk mendukung calon presiden petahana tersebut. Dirinya mengungkap, jika relawan ini dibentuk beberapa waktu lalu di Jakarta.

"Gerakan ini sengaja kami buat untuk menjadi motivasi bagi teman-teman di perguruan tinggi lainnya, khususnya alumni Unpar, supaya bahu membahu, gotong royong untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin," beber dia. 

Ari menambahkan, metode kampanye yang digunakan pihaknya guna mensosialisasikan pasangan tersebut adalah 'door to door'. Hal ini dilakukan guna mengenali masalah, memperkenalkan program Jokowi, bukan hanya sekedar membagi-bagikan kaos. 

"Metode 'door to door' sudah dimulai oleh para caleg (calon anggota legislatif) partai koalisi, relawan, dan masyarakat," pungkasnya. (*)

Baca Lainnya