Rabu, 11 Juli 2018 11:36

Akankah Aa Umbara CLBK dengan Si Banteng?

Reporter : Fery Bangkit 
Aa Umbara dan PDIP.
Aa Umbara dan PDIP. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Aa Umbara sah terpilih sebagai Bupati Bandung Barat 2018. Ia akan memimpin Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Hengky Kurniawan hingga 2024.

Aa Umbara sendiri notabenya merupakan kader PDI Perjuangan. Namun, ia tidak direkomendasikan partai berlogo banteng tersebut saat Pilbup kemarin. PDI Perjuangan lebih memilih Elin Suharliah-Maman S Sunjaya.

Baca Juga : 6 ASN Ditangkap KPK, Pemkab Klaim Sudah Beri Bantuan Hukum

Usaha Aa tak berhenti di situ. Dia memilih partai lain untuk memuluskan langkahnya menjadi pimpinan di KBB. Partai NasDem, PKS, PAN dan Partai Demokrat adalah kendaraan yang digunakan Aa bersama Hengky saat Pilbup yang berlangsung 27 Juni kemarin.

Status Aa di PDI Perjuangan pun dipertanyakan. Apalaagi, Aa masuk struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan KBB dan merupakan Ketua DPRD KBB periode 2014-2018.

Baca Juga : Nasib Abu Bakar Sebagai Ketua DPC PDIP Kab Bandung Barat Diputuskan Besok

Kini, setelah Aa terpilih berdasarkan pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, muncul pernyataan bahwa Aa hingga saat masih tercatat sebagai kader.

Hal tersebut diutarakan Bendahara DPC PDI Perjuangan, Jejen Zaenal Arifin ketika dihubungi, Rabu (11/7/2018). "Tapi memang logikanya sampai hari ini walau Aa mencalonkan dari luar PDI Perjuangan dan PDIP punya calon sendiri, status Aa sebagai kader partainya kan tidak dipecat," tegas Jejen.

Baca Juga : Tiga Kepala SKPD jadi Tersangka KPK, Pemkab Kaji Pengisian Plt JPT

Lalu, bagaimana sikap dari DPC PDI Perjuangan jika Aa Umbara kembali aktif lagi dalam tubuh partai besutan Megawati Soekarnoputri itu? Padahal, sebelumnya Aa memilih menjadi lawan politik.

Jawaban normatif pun lagi-lagi diucapkan Jejen. Dikatakannya, pihaknya akan tetap mengikuti kebijakan dan keputusan dari DPP PDI Perjuangan. Kalau ada kebijakan apapun dari DPP, dan Aa Umbara siap kembali aktif di PDI Perjuangan.

"Jadi kemungkinan-kemungkinan itu kami tidak bisa mengatakan menerima atau menolak, karena bukan kapasitas saya untuk menerima atau menolak. Tentu ada kebijkan partai di pusat," ujarnya.

Baca Lainnya