Rabu, 17 Januari 2018 19:31

Ahmad Syaikhu Kritik Ketenagakerjaan di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Bakal Calon Wakil GUbernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu  berkunjung ke Kota Cimahi, Rabu (17/1/2018).
Bakal Calon Wakil GUbernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu berkunjung ke Kota Cimahi, Rabu (17/1/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu menyoroti permasalahan ketenagakerjaan di Kota Cimahi.

Menurut pria yang masih menjabat Wakil Wali Kota Bekasi tersebut, tenaga kerja industri di Kota Cimahi terlalu didomniasi pekerja pendatang. Akibatnya, pekerja lokal hanya menjadi penonton alias pengangguran di rumah sendiri.

“Jangan sampai dengan banyaknya industri di Cimahi, banyak juga pengangguran di Cimahi,” ujar Ahmad Syaikhu saat berkunjung ke Kota Cimahi, Rabu (17/1/2018).

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, jumlah industri hingga 2017 mencapai 593, dengan jumlah pekerja mencapai 82.296 karyawan. Sementara total pengangguran hingga akhir 2017 mencapai 14 ribu orang.

Menurut Ahmad Syaikhu, dominannya pekerja luar Cimahi disebabkan kurang tegasnya regulasi yang ada. Selain itu, tidak didukung pula oleh pengawasan yang memadai.

Untuk itu, kata dia, peran Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) yang sekarang berada di bawah Pemerintahan Provinsi Jawa Barat harus betu-betul dimaksimalkan.

“Yang ingin diefektikan adalah Wasnaker ini perannya, sehingga memonitor  betul-betul kasus di lapangan, termasuk kaitan tenaga kerja yang dipakai di industri,” ujarnya.

Dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018, Ahmad Syaikhu dipasangan dengan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai Balon Gubernur. Keduanya diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra serta Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasangan yang menamakan 'Asyik' itu akan bersaing tiga pasang Balon lainnya. Yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hanura.

Kemudian pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat. Serta pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Chraliyan yang diusung PDI Perjuangan.

Baca Lainnya