Senin, 19 Maret 2018 12:35

Adu Popularitas Menuju Bandung Barat 1 dan 2

Reporter : Fery Bangkit 
Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, dr. W. Gunawan, M.Si.
Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, dr. W. Gunawan, M.Si. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sosok Hengky Kurniawan sebagai public figure berpotensi merpotensi menjadi andalan untuk mendulang suara pada Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bandung Barat 2018.

Hengky merupakan calon Wakil Bupati, yang dipasangkan dengan Aa Umbara sebagai calon Bupati pada pilbup Bandung Barat yang akan berlangsung 27 Juni 2018.

Baca Juga : Satu Paslon Hambat Pencetakan APK Pilbup Bandung Barat 2018

"Secara popularitas, ketokohan dan kekuatan figure, paslon nomor 3 (Aa-Hengky) relatif lebih berpotensi meraih dukungan, terutama dikalangan pemilih pemula, tradisional dan pemilih muda," kata Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, dr. W. Gunawan, M.Si saat dihubungi via telpon, Senin (20/3/2018).

Pada Pillkada Bandung Barat 2018, paslon Aa Umbara-Hengky Kurniawan diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, PAN dan PKS.

Baca Juga : KPU Kabupaten Bandung Barat Larang Konvoi Saat Kampanye Pilbup 2018

Dikatakan Gunawan, ketokohan Deddy Mizwar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan kader Partai Demokrat, serta Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat yang merupakan kader PKS juga bisa menguntungkan paslon Aa-Hengky.

"Selain itu, ada sosok Dede Yusuf yang juga dapat dimaksimalkan untuk meraih dukungan," ucapnya.

Baca Juga : Ribuan Warga Bandung Barat Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pilkada 2018

Meski berpotensi bisa mendulang suara lewat keartisan Hengky dan sejumlah tokoh lainnya, namun secara mesin politik, paslon nomor urut 1 Elin Suharliah-Maman S Sunjaya di atas kertas lebih unggul dari paslon lainnya.

Menurut Gunawan, paslon yang diusung PDIP, PKB dan PPP serta didukung dua partai non parlemen, yakni Partai Perindo dan Partai Berkarya itu dapat memaksimalkan kerja mesin politik.

Baca Juga : APK Telat, Pasangan AKUR Komplain

"Mengingat Abubakar, sebagai Ketua DPC PDIP (Bandung Barat) yang memiliki resources memadai untuk menggerakan mesin partai," ujarnya.

Selain itu, menurut Gunawan, sosok Joko Widodo (Jokowi) sebagai figur yang diusung PDIP sebagai Capres 2019 juga menjadi keuntungan bagi Elin-Maman. Pasalnya, tingkat popularitas Jokowi semakin menguat.

Baca Juga : 20 Ribu Kader AMS Siap Menangkan Pasangan Emas di Pilbup KBB

Lalu, bagaimana peluang paslon nomor urut 2, yakni Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati?

Menurut Gunawan, paslon yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Gerindra, serta didukung partai non parlemen yakni PBB itu harus bekerja ekstra keras untuk menaikan popularitas dan elektabilitasnya.

Pasalnya, suara pasangan Doddy-Pupu diprediksi akan saling tarik menarik dengan pemilih pasangan Aa-Hengky. Menurut Gunawan, pasangan Doddy-Pupu butuh figure untuk mendongkrak suara.

"Baik popularitas secara individu maupun regional," katanya.

Keberadaan sosok Dedi Mulyadi, sebagai Ketua DPD Partai Golkar dan calon Wakil Gubernur Jawa Barat dan Sudrajat yang merupakan calon Gubernur Jawa Barat 2018 dari Partai Gerindra diprediksi tidak akan memberikan pengaruh signifikan.

"Sementara sosok Prabowo sebagai tokoh nasional masih potensial untuk meng-endorse paslon nomor urut 2," pungkasnya.

Baca Lainnya