Senin, 22 April 2019 13:11

Ada Pemilih 'Siluman', Bawaslu Cimahi Tegaskan TPS 114 Padasuka Wajib PSU

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara [ferybangkit]

Limawaktu.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi menegaskan, pemungutan suara Ulang (PSU) Pemilihan Presiden (Pilpres) di TPS 114 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi harus segera dilaksanakan.

Sebab berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu.

Baca Juga : KPU Kota Cimahi Masih 'Mentah' Selenggarakan Pemilu 2019

"PSU wajib dilakukan berdasarkan undang-undang dan PKPU. Maksimal 10 hari setelah pemungutan," kata Yana Maulana, Koordinator Penyelesaian Sengketa, yang didampingi Diyar Ginanjar selaku Koordinator Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Cimahi, saat ditemui di Sekretariat Bawaslu Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang, Senin (22/4/2019).

Dikatakannya, Panwascam Cimahi Tengah sudah memberikan rekomendasi PSU itu kepada PPK Cimahi Tengah, yang ditembuskan kepada Bawaslu dan KPU Kota Cimahi.

Baca Juga : Jaga Kondusifitas Pemilu, Polisi Jaga Ketat Rekapitulasi Suara Cimahi-KBB

Rekomendasi PSU itu dilakukan karena adanya temuan di lapangan saat pelaksanaan pemungutan suara 17 April lalu. Saat itu di TPS 114 Padasuka ditemukan empat orang yang tidak berhak menyalurkan hak pilihnya di TPS 114, tapi memaksakan memilih.

"Diketahui 4 orang itu domisilinya dari Jawa Tengah, Jambi, Lumbuk Linggau, Bangka Belitung. Mereka tak berhak mencoblos. PSU wajib diulang apabila pengawas kami menemukan itu," tegas Yana.

Baca Juga : Dua Kubu Capres dan Cawapres Saling Klaim Kemenangan

Dikatakannya, sebelum melalukan pencoblosan di TPS 114 Padasuka, keempat orang luar Cimahi itu sempat mendatangi TPS 56 Kota Mas. Tapi ditolak KPPS setempat karena tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Kemudian, keempat orang itu datang ke TPS 114 sekitar pukul 12.30 WIB atau jam khusus DPK. Saat itu, Ketua KPPS informasinya tengah menjalankan ibadah shalat. Sedangkan Pengawas TPS tengah menyalurkan hak pilihnya di TPS lain.

"Keempat orang itu nanya ke saksi setelah mendaftar, dibolehkan. Akhirnya mencobloslah. Mungkin petugas KPPS-nya kurang pemahaman. Kalau nyoblos pake KTP-el atau Suket kan harus sesuai domisili," jelasnya.

Sebab sudah memenuhi unsur PSU berdasarkan temuan itu, tegas dia, Panwascam pun membuat rekomendasi sesuai yang tertera dalam undang-undang dan PKPU. "Itu sudah berdasarkan kajian kita di lapangan. Rekomendasinya itu Minggu kemarin khusus Pilpres saja," tandasnya. 

Baca Lainnya