Kamis, 18 Januari 2018 17:15

ABATHASA Berharap HASANAH Bisa Tekan Kasus Intoleransi di Jabar

Reporter : Jumadi Kusuma
Ketua Aliansi Barisan Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan (ABATHASA) Dende Surahman berfoto bersama bakal calon wakil gubernur Anton Charliyan.
Ketua Aliansi Barisan Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan (ABATHASA) Dende Surahman berfoto bersama bakal calon wakil gubernur Anton Charliyan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Maraknya kasus kekerasan atas nama agama, intoleransi dan sektarianisme di Jawa Barat yang dihuni oleh mayoritas suku Sunda yang terkenal ramah tentunya mengundang keprihatinan berbagai pihak yang cinta damai.

Berdasarkan laporan tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan selama 2016 menyatakan, semakin meningkatnya pengaduan pelanggaran hak atas kebebasan beragama dan minimnya perhatian negara dalam penuntasan pelbagai pelanggaran hak tersebut.

Baca Juga : RK - Uu Klaim Kuasai Kota dan Desa di Jabar

Laporan Komnas HAM mencatat bahwa selama 2016, pengaduan atas pelanggaran kebebasan agama di Indonesia berjumlah 97, meningkat dari 87 kasus pada 2015 dan yang terbanyak kasus di Provinsi Jawa Barat sebanyak 21 pengaduan.

Menyikapi hal tersebut Aliansi Barisan Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan (abathasa) berharap Calon Gubernur H. Tubagus Hasanuddin dan Calon Wakil Gubernur jabar H. Anton Charliyan (hasanah) yang diusung oleh PDI Perjuangan dapat menekan maraknya kasus intoleransi dan sektarianisme di Jawa Barat.

Baca Juga : RINDU dan Duo DM Resmi Daftar ke KPU Jabar

"Kami relawan ABATHASA meminta Calon Wakil Gubernur Jabar Bapak Irjen Pol (Purn) H. Anton Charliyan yang berlatar belakang polisi dan juga Bapak Mayjen TNI (Purn) H. Tubagus Hasanuddin dari militer untuk bisa menekan kasus intoleransi dan sektarianisme di Jawa Barat yang merusak ciri khas masyarakat Sunda yang menganut falsafah hidup silih asih, silih asah dan silih asuh", tandas Dende Surahman Ketua Umum ABATHASA kepada limawaktu.id, Kamis (18/1/18).

Baca Lainnya