Kamis, 5 April 2018 15:45

52% Pemilih di Bandung Barat Masuk Kategori Galau

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi
Ilustrasi [Limawaktu]

Limawaktu.id - Peneliti Lembaga Survei Rectoverso Institute, Romdin Azhar menyebutkan, 52% warga Bandung Barat merupakan Pemilih Galau.

Menurutnya, dibanding daerah lain yang juga menyelenggarakan Pilkada, Bandung Barat ini termasuk daerah yang dinamis.

"Ada sekitar 52 persen pemilih yang masih bisa merubah pilihan calon di Pilkada. Bahkan mereka bisa merubah pilihan karena dipengaruhi uang," kata Romdin, Kamis (5/4/2018).

Dikatakannya, pemilih Bandung Barat cenderung mengharapkan timbal balik dari kandidat calon jika si calon tersebut ingin memperoleh suara. Pemilih yang berdomisili di wilayah dekat dengan pabrik atau sekitar kawasan industri lebih bisa dipengaruhi agar merubah pilihan hanya dengan diberikan uang atau paket sembako.

Dia menjelaskan, masyarakat yang paling rentan berubah pilihan di Pilkada Bandung Barat karena terpengaruh uang, rata-rata mereka yang berdomisili di Kecamatan Ngamprah, Padalarang dan Saguling.

"Sejumlah responden yang menjawab, masyarakat di tiga kecamatan itu lebih tertarik ke calon yang memberikan uang, minimal sembako," ujarnya.

Hal itu berbanding terbalik dengan masyarakat di wilayah selatan seperti Kecamatan Cipongkor, Gununghalu atau Rongga yang justru lebih rendah dalam hal mengubah calon pilihannya di pilkada.

Lebih jauh, dalam hasil survei tersebut juga menyebutkan isu-isu negatif yang menyerang kandidat calon juga masih bisa mempengaruhi masyarakat untuk merubah pilihannya. Di samping itu, bisa pula dengan interaksi langsung antara kandidat calon dengan masyarakat, program-programnya dan perkembangan situasi saat mendekati hari pencoblosan.

"Dari angka 52 persen tersebut, dibagi masyarakat yang tertarik merubah pilihan karena ada kandidat yang memberikan uang atau sembako sebesar 31 persen dan isu-isu negatif 5 persen. Serta lain-lainnya, misal interaksi calon dengan pemilih, atau program serta visi misi calon sebesar 16 persen," terangnya.

Survei Rectoverso Institute ini dilakukan tanggal 12-23 Januari 2018 dengan mengambil sampel sebanyak 450 responden yang dipilih secara acak bertingkat di 16 kecamatan di Bandung Barat serta menggunakan teknik multi stage random samping  dengan margin error ± 4,71 persen.

Baca Lainnya