Kamis, 5 Juli 2018 16:38

29% Disabilitas di Cimahi tak 'Nyoblos' Saat Pilgub Jabar 2018 di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Rapat Pleno Terbuka, Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Cimahi untuk Pilgub Jabar.
Rapat Pleno Terbuka, Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Cimahi untuk Pilgub Jabar. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Jumlah penyandang disabilitas di Kota Cimahi yang memiliki hak suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernu Jawa Barat 2018 mencapai 441 pemilih.

Namun, yang menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pencoblosan yang berlangsung pada 27 Juni 2018 hanya 318 orang. Artinya, ada 123 atau sekitar 29% kaum berkebutuhan khusus yang tidak berpartisipasi dalam Pilgub Jabar 2018.

Baca Juga : Real Count Pilgub di Cimahi Selesai, Hasanah Tetap Diposisi Buncit

Hal itu terungkap dalam 'Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Cimahi' Pilgub Jabar 2018 pada Rabu (4/7/2018) di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Jalan Pesantren.

Ketua KPU Kota Cimahi, Handi Dananjaya mengatakan, capaian partisipasi pemilih khusus penyandang disabilitas kali ini sebetulnya cukup baik. Namun, kata dia, ke depan tetap harus ada perbaikan dari segi sosialisasi dan sebagainya.

"Itu yang jelas PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua khususnya bagi penyelenggara, dalam hal ini KPU," kata Handi saat dihubungi, Kamis (5/7/2018).

Dikatakan Handi, khusus pemilih disabilitas, jauh hari sebelum pelaksanaan Pilgub Jawa Barat 2018, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan organisasi disabilitas di Kota Cimahi.

Untuk ke depan, terutama pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, lanjut Handi, kerja sama dalam hal sosialisasi harus lebih ditingkatkan lagi.

"Contoh melakukan simulasi pencoblosan untuk difabel (dengan) menggunakan surat suara khusus," katanya.

Secara keseluruhan, partisipasi pemilih di Kota Cimahi mengalami peningkatan dibandingkan PIlkada 2017. Partisipasi masyarakat untuk datang ke bilik suara pada 27 Juni lalu mencapai 79,16% dari total jumlah pemilih yang mencapai 370.752 orang.

Pemenang berdasarkan hasil real count, pasangan calon nomor urut satu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) tetap unggul dengan perolehan suara mencapai 135.268 atau 46,08 persen. 

Kemudian diurutan kedua ditempati pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan perolehan suara 91.044 atau 31,01 persen. Disusul pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan perolehan suara 41.681 atau 14.20 persen.

Posisi buncit tetap dihuni pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan perolehan suara 21.132 atau 7,19 persen. Hasil rekapitulasi sendiri tak berbeda jauh dengan hasil hitung cepat.

Pada tahun politik 2019 nanti, Handi optimis pasrtisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya akan semakin meningkat. Kuncinya, kata dia, KPU harus melakukan sosialisasi yang lebih masif lagi.

"Sosialisasi khusunya Pileg, Pilpres harus lebih dtingkatkan. (Dan mencarikan) model sosialisasi yang seperti apa yang bisa masyarakat betul-betul merasakan adanya pemilu," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya