Kamis, 8 Februari 2018 18:30

Ujian Sekolah Diganti Ujian Sekolah Berstandar Nasional Untuk SMA/SMK Di Jabar

Reporter : Jumadi Kusuma
Yomanius Untung, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat.
Yomanius Untung, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat akan menghapus Ujian Sekolah (US) bagi jenjang pendidikan Sma/SMK pada tahun ajaran 2017/2018.

Disdik berencana menggantinya dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), yang mengujikan seluruh mata pelajaran.Komposisi soal yang diterapkan pada USBN tahun ini adalah 90 persen pilihan ganda, dan 10 persen esai.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung menilai penerapan USBN sangat bagus, “Walau ada beberapa persen soal berstandar nasional yang diterapkan, namun kelulusan tetap ditentukan sekolah. Kalau enggak salah ada sekitar 30 persen soal ujian yang berstandar nasionalnya, sementara yang lainnya itu dibuat oleh sekolah” katanya kepada wartawan di Gedung DPRD Jabar, Kamis (8/2/18).

Selama ini, menurut Yomainus, penerapan Ujian Nasional (UN) baru sebatas parameter mutu pendidikan di setiap daerah dan juga pemetaan kualitas kelulusan. Mengingat, kebutuhan di setiap daerah berbeda maka hasil yang didapat dari ujian nasional juga berbeda.

“Bisa jadi Jawa Barat di kompetensi gurunya, di Aceh bisa jadi karena alat penunjangnya, alat peraganya atau fasilitas lainnya,” jelasnya.

Permasalahan saat ini adalah tindaklanjut dari penyelenggaraan UN setelah ada pemetaan potensi permasalahan pendidikan di daerah. Karenanya UN menjadi tidak efektif jika hanya dijadikan alat pemetaan dan bukan referensi untuk membuat kebijakan.

“Kalau kebijakan nasionalnya masih general tidak mengacu pada kebutuhan-kebutuhan spesifik di lokal, ya percuma dilaksanakan UN,” pungkasnya.

Baca Lainnya