Selasa, 14 Mei 2019 10:58

Sudah Banyak Temuan Prasejarah, Balai Arkeologi Jabar Minta Pemerintah Segera Bangun Museum di Gua Pawon

Reporter : Fery Bangkit 
Tim Peneliti Arkeologi Jawa Barat Yang Menemukan Banyak Sisa Kehidupan Prasejarah Di Gua Pawon.
Tim Peneliti Arkeologi Jawa Barat Yang Menemukan Banyak Sisa Kehidupan Prasejarah Di Gua Pawon. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Balai Arkeologi Jawa Barat mendorong segera terealisasinya pembangunan museum di situs purbakala Gua Pawon, di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Ketua Tim Penelitian Prasejarah Gua Pawon dari Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengatakan, dengan berbagai temuan dan penelitian arkeologi yang sudah dilakukan, museum Gua Pawon dinilai dapat menjadi media edukasi bagi generasi yang akan datang.

Baca Juga : Rangka Manusia Hingga Perhiasan Prasejarah Ditemukan di Gua Pawon

"Ini sesuatu yang langka. Kami berharap hasil penelitian ini bisa dilihat dan dipelajari oleh generasi yang akan datang, sesuai dengan rencana dahulu bahwa Gua Pawon itu akan dilengkapi dengan site museum," kata Lutfi, di sela penelitian di Gua Pawon, Selasa (14/5/2019).

Menurut dia, pemerintah harus terus didorong agar dapat merealisasikan rencana pembangunan museum Gua Pawon. Apalagi, rencana tersebut telah diwacanakan sejak lama. Lutfi juga mempertanyakan mengapa rencana itu hingga kini masih belum dijalankan. 

Baca Juga : Sepekan Penelitian, Tim Arkeolog Jabar Temukan Gigi Geraham Manusia Prasejarah di Gua Pawon

"Hasil penelitian ini harus diberikan ke masyarakat, diinformasikan ke masyarakat lewat museum itu. Di-display-kan semuanya, sehingga anak-anak bisa belajar. Oh, apa sih gerabah? Binatang-binatang di masa lalu itu seperti apa? Ya mungkin media museum yang kami harapkan, pemerintah perlu segera mendorongnya," tuturnya.

Terkait dengan persoalan lahan yang sempat menjadi kendala dalam rencana pembangunan museum, Lutfi menyatakan bahwa masyarakat sekitar sudah menghibahkan tanahnya. Kurang lebih, kata dia, sekitar 4.000 meter persegi tanah yang sudah dihibahkan.

Walaupun di beberapa bagian terdapat atap Gua Pawon yang rubuh, dia menambahkan, bisa dilakukan penutupan menggunakan teknologi untuk merekonstruksi ulang. Temuan arkeologi, lokasi penemuan manusia Pawon, maupun budaya manusia prasejarah perlu didukung dengan museum yang berdekatan.

"Itu sebetulnya konsep site museum itu. Kami berharap di sini diwujudkan, sehingga hasil penelitian ini betul-betul bermanfaat bagi generasi bangsa. Ini langka, jarang ada daerah yang punya kekayaan seperti ini," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Sri Dustirawati belum bisa dimintai keterangan. Pesan singkat dan panggilan telefon yang ditujukan kepadanya tidak ditanggapi. Pada tahun lalu, Sri menyatakan bahwa revitalisasi Gua Pawon belum masuk perencanaan.

Baca Lainnya