Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat memantau proses PPDB di SMAN 1 Kota Cimahi di Jalan Pabrik Aci, Kelurahan Cimahi, Cimahi Tengah, Kota Cimahi , Jumat (21/6/2019).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat memantau proses PPDB di SMAN 1 Kota Cimahi di Jalan Pabrik Aci, Kelurahan Cimahi, Cimahi Tengah, Kota Cimahi , Jumat (21/6/2019). [ferybangkit]
Pendidikan

Siswa Resah Menanti Hasil Zonasi PPDB SMA

Limawaktu.id - Para orang tua siswa di Kota Cimahi dibuat resah menunggu hasil pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kelolosan akan diumumkan 29 Juni mendatang.

Penyebab resahnya orang tua itu karena jalur zonasi yang diprioritaskan dalam PPDB SMA tahun ini. Ada beberapa jalur yang diterapkan, Seperti Zonasi Jarak Total, Zonasi Kombinasi, Zonasi KETM, ABK, Prestasi NHUN, Prestasi non-NHUN dan Perpindahan.

Heni (45), salah satu orang tua siswa mendaftarkan anaknya yang bernama Bima Zul Fajar (14) ke SMAN 3 Kota Cimahi, Jalan Pacinan pada hari pertama pendaftaran pada 17 Juni lalu melalui jalur Zonasi Kombinasi. 

"Daftarnya hari pertama. Pengennya memang masuk SMAN 1 dan kelihatannya akan masuk," ujar Heni saat ditemui di SMAN 1 Kota Cimahi, Jumat (21/6/2019).

Selain memang karena ingin masuk SMAN 1, sekolah tersebut merupakan yang terdekat jaraknya dari rumah kediaman Heni di Komplek Cempaka, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Jarak merupakan prioritas dalam PPDB SMA tahun ini.

"Kalau jarak dari rumah ke sini sekitar 1,4 kilometer," ucapnya.

Namun, jalur Zonasi Kombinasi itu hari ini membuatnya resah. Sebab, meski memiliki Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN), posisi anaknya saat ini terancam tergeser olah siswa lain. Hingga pagi tadi, Bima Zul Fajar berada pada urutan 52 dari 53 kuota yang disediakan panitia PPDB SMAN 1 Kota Cimahi. Sedangkan pendaftar sudah mencapai 151 orang.

"Iya sekarang saya khawatir anak saya gak masuk. Dengan zonasi ini malah jadi takut gak lolos, apalagi gak bisa cabut berkas. Padahal nilainya besar," ujar Heni.

Berdasarkan data yang terpantau dari layar lebar SMAN 1 Kota Cimahi, jumlah pendaftar hingga pagi tadi sudah mencapai 634 orang. Rinciannya, lewat jalur Zonasi Jarak 397 orang,
Zonasi Kombinasi 151 orang, Zonasi KETM 33 orang, ABK 0, Prestasi NHUN  6 orang, Prestasi non-NHUN 43 orang dan Perpindahan 4 orang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengklaim, sejauh ini penerapan sistem zonasi untuk PPDB SMA di Jawa Barat berjalan lancar. Sebab, kata dia, aturan zonasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) RI itu dikolaborasikan dengan inovasi. Seperti dikolaborasikan antara jarak dengan berbagai nilai prestasi, perpindahan orang tua dan sebagainya. 

"Sistem zonasi sebenarnya kalau di Jawa Barat ini sudah tidak ada masalah karena sudah diadopsi dan disempurnakan sehingga unsur keadilannya terpenuhi," kata Uu saat memantau PPDB di SMAN 1 Cimahi. 

Dikatakannya, sistem zonasi yang diterapkan dalam PPBD SMA. Menurutnya, sistem zonasi itu merupakan salah satu solusi untuk menyamaratakan kualitas sekolah agar tidak ada lagi istilah sekolah favorit. 

"Dengan zonasi akan menambah keadilan dan sekolah dan bagi siswa, tinggal penyempurnaan," ujar Uu. 

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar