Rabu, 16 Oktober 2019 9:21

Siap-siap, Ortu Siswa di Cimahi Bakal Diminta Dana Sumbangsih, ini Sebabnya!

Reporter : Fery Bangkit 
Kegiatan Pembinaan Peningkatan Mutu Pembelajaran K3S Cimahi Utara di SDN Cibabat Mandiri 3
Kegiatan Pembinaan Peningkatan Mutu Pembelajaran K3S Cimahi Utara di SDN Cibabat Mandiri 3 [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Dinas Pendidikan Kota Cimahi menyebutkan, dana pendidikan yang disiapkan pemerintah tidak mampu mengakomodir Standar Nasional Pendidikan (SNP). Untuk itu, sekolah masih diperbolehkan untuk menggalang dana dari dari orang tua siswa masih diperbolehkan, hanya tetap harus mengacu pada aturan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan saat ditemui disela-sela kegiatan Pembinaan Peningkatan Mutu Pembelajaran K3S Cimahi Utara di SDN Cibabat Mandiri 3 Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata-Cihanjuang Kota Cimahi, Selasa (15/10/2019)

"Anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) tidak bisa mengcover seluruh kegiatan. Berarti harus ada sumbangsih dari masyarakat," katanya. Aturan yang memperbolehkan sumbangan dari orang tua siswa harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Peraturan tersebut mengatur penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain untuk menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan, membiayai program/kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan, mengembangkan sarana prasarana, membiayai kegiatan operasional Komite Sekolah secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kebanyakan, atau hampir di seluruh sekolah masih ada sumbangan. Maka kegiatan sekolah harus sesuai Permendikbud dan Saran Tindak Saber Pungli," ucapnya. Ia mengungkapkan, untuk kegiatan yang masih diperbolehkan menggalang dana dari orang tua siswa di antaranya seperti diantaranya karyawisata dan ekstrakulikuler selain kegiatan wajib. Hanya saja syaratnya karya wisata itu harus memuat unsur pendidikan dan harus ada semacam proposal yang disampaikan kepada orangtua.

"Dipilah juga yang tidak mampu harus ditanggung sekolah. Orangtua yang tidak hadir undang lagi untuk sosialisasi, jadi semua informasi tersampaikan. Untuk renang atau ekskul juga sama, karena anggaran di BOS tidak ada," ungkapnya.

Sedangkan, kegiatan yang dilarang untuk menggalang dana dari orang tua siswa adalah untuk kebutuhan seperti les dan pemantapan yang digelar sekolah. "Sudah pakai fasilitas negara tapi masih minta bayaran. Memang sudah kewajiban guru mengajar siswa," jelasnya.

Agar sumbangan tidak dianggap pungutan, tegas dia, sekolah harus bersikap transparan kepada orangtua melalui komite. Kemudian, ia juga meminta semua kegiatan sekolah yang memungut sumbangan ke siswa harus melalui prosedur. "Yang tidak dianggarkan di BOS harus transparan kepada komite sekolah. Kepala sekolah dan guru juga sudah buat pakta integritas bahwa tidak ada pungutan ilegal di sekolah," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer