Kamis, 9 Agustus 2018 11:07

Sertifikasi Profesi Meningkatkan Kualitas Pekerja

Reporter : Bubun Munawar
Tim ajar.id beserta tim dari BNSP sedang memberikan pemahaman mengenai sertifikasi profesi di Jakarta, Kamis (9/8/2018)
Tim ajar.id beserta tim dari BNSP sedang memberikan pemahaman mengenai sertifikasi profesi di Jakarta, Kamis (9/8/2018) [limawaktu]

Limawaktu.id,- Para pekerja profesional di Indonesia belum banyak yang memilih sertifikat profesi untuk menunjang karier mereka. Padahal keberadan sertifikasi tersebut sangat berpengaruh bagi masa depan pekerja tersebut. "Saat ini ada sekitar 280 ribu orang yang telah mengambil jenjang sertifikasi di berbagai bidang. Dari jumlah tersebut sekitar 10 persennya merupakan sertifikasi untuk jenjang perhotelan. Angka untuk jenjang perhotelan termasuk yang paling tinggi bila dibandingkan dengan sekitar 100 an jenjang sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga independen yang ditunjuk pemerintah," kata Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna Abdurrahman saat menjadi pembicara dalam launching aplikasi ajar.id di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Sumarna menyebutkan, tingginya animo dunia perhotelan untuk mengikuti program sertifikasi karena ada dorongan dari perusahaan-perusahaan perhotelan, khususnya dari hotel-hotel dengan peringkat bintang tiga ke atas untuk meningkatkan kualitas dan layanan hotel.

Para pelaku usaha perhotelan umumnya memiliki perencanaan yang tersusun sehingga memiliki kepastian dalam jenjang karier. Bahkan para perusahaan perhotelan banyak yang membiayai karyawannya untuk mengambil program sertifikasi. Khusus untuk perhotelan dan restoran bintang tiga ke atas mereka juga memiliki program sertifikasi yang dibuat oleh internal perusahaan dengan mengacu pada program BNSP.

Menurutnya, dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) khusus untuk program sertifikasi di dunia perhotelan kurikulum pendidikan serta bobot uji kompetensinya telah disamakan di 10 negara Asean. "Panduan uji kompetensi tersebut diadopsi dari layanan perhotelan di Indonesia. Sementara Indonesia sendiri dalam menyusun layanan perhotelan mengadopsi dari Australia. Jadi diakui atau tidak untuk standarisasi sertifikasi perhotelan dan restoran yang ada di Asean banyak mengadopsi sistem yang ada di Australia," ujar Sumarna.

Saat ini yang perlu dilakukan oleh BNSP adalah meningkatkan sumberdaya manusia untuk kalangan pelaku pehotelan kelas menengah ke bawah. Harus diakui bahwa tingkat okupasi hotel untuk kelas menengah ke bawah jumlahnya meningkat seiring meningkatnya pelaku bisnis hotel kelas tersebut. Bahkan yang saat ini trend juga bisnis penginapan vila, motel, dan lainnya.

Sementara itu Chairman ajar.id Ikin Solikin menilai redahnya pekerja profisi untuk meningkatkan kualitas SDM merupakan sebuah tantangan yang harus segera mendapat perhatian. "Selama ini pekerja profesi merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi ketika hendak mengikuti seleksi profesi dari bidangnya. Melalui laman ajar.id kami memberi kesempatan kepada masyakat untuk belajar (try out) mengikuti proses seleksi sebelum benar-benar mengikuti uji sertifikasi. Saat ini yang baru kami layani baru pelatihan untuk sertifikasi perhotelan. Kedepannya kami targetkan seluruh profesi yang menggunakan sertifikasi bisa mengikuti proses pembelajaran dan try out di ajar.id," ujar Ikin.

Ikin menyebutkan, proses try out di ajar.id dilakukan secara dua tahap. Pertama calon perserta seleksi mengikuti pembelajaran di laman ajar.id dalam beberapa hari yang ditentukan. Kemudian proses pembelajaran dilakuka secara tatap muka antara dua sampai tiga hari tergantung program sertifkasi yang akan diambilnya. Ikin mengklaim ajar.id merupakan situs pertama di Indonesia yang memberikan pembelajan khusus bagi masyarakat yang hendak mengambil jenjang sertifikasi keahlian. 

Baca Lainnya