Selasa, 3 Juli 2018 14:50

Sekitar 8 Ribu Lulusan SD Perebutkan 2 Ribu Lebih Bangku Sekolah Kosong SMP Negeri di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Para orang tua siswa tengah mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 1 Kota Cimahi, Jalan Rd. Embang Artawidjaja, Selasa (3/7/2018).
Para orang tua siswa tengah mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 1 Kota Cimahi, Jalan Rd. Embang Artawidjaja, Selasa (3/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (PPDB) di Kota cimahi telah dimulai sejak pekan lalu.

Penerimaan dimulai dari jalur afirmasi, prestasi luar zona dan alasan khusus. Pendaftaran berlangsung pada 25-26 Juni. Sementara pengumuman berlangsung 2 Juli 2018.

Baca Juga : Lulusan SD di Cimahi tak Tertampung di SMP Negeri

Berdasarkan pantauan dari situs http://cimahi.siap-ppdb.com, PPDB jalur afirmasi memiliki daya tampung sebanyak 1.030 siswa, jalur prestasi luar zona 165 siswa dan jalur khusus sebanyak 165 siswa.

Sementara untuk jalur radius zona, pendaftarannya baru dibuka pada 2 hingga 6 Juli 2018. Daya tampungnya mencapai 2.029 siswa. Sama halnya dengan jalur radius zona daerah perbatasan. Hanya saja daya tampungnya lebih kecil yakni 165 siswa.

"Hasil pendaftaran jalur keduanya akan diumumkan pada 7 Juli," terang Dikdik Suratno Nugrahawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Selasa (3/7/2018).

Dikdik menyebutkan, tiga jalur pendaftaran yang sudah dibuka kuotanya telah terpenuhi, termasuk jalur afirmasi. Jika sesuai kuota dalam http://cimahi.siap-ppdb.com, kuota jalur jalur afirmasi, prestasi luar zona dan alasan khusus totalnya mencapai 1.360 siswa.

Sedangkan daya tampung keseluruhan SMP Negeri yang ada di Kota Cimahi hanya 3.554. Total hanya ada 11 SMP Negeri di Cimahi. Artinya, kini hanya ada 2.194 bangku kosong sekolah negeri lagi yang akan diperebutkan sekitar 8.000 lulusan Sekolah Dasar (sd).

Diakui Dikdik, saat proses pendaftaran jalur afirmasi, ada tekanan dan harapan agar anaknya bisa diterima di sekolah negeri. "Tapi dilihat dari animo dengan kesempatan terbatas, pada akhirnya kita harus lakukan seleksi," tegasnya.

Baca Lainnya