Rabu, 22 Agustus 2018 14:06

SD-SMP Gratis, kok Masih Banyak Anak tak Sekolah di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Sosialisasi Anak Usia Sekolah tidak Bersekolah yang Diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Cimahi di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, kemarin.
Sosialisasi Anak Usia Sekolah tidak Bersekolah yang Diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Cimahi di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, kemarin. [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Meski katanya sekolah tingkat SD dan SMP kategori negeri gratis, nyatanya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Cimahi cukup banyak.

Berdasarkan data yang didapat dari Bidang SMP dan SD pada Dinas Pendidikan Kota Cimahi pada 30 November 2017, total keseluruhan ATS di Kota Cimahi mencapai 1.345 orang. Data itu diolah sejak awal 2017.

Rinciannya berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, usia 0-6 tahun atau PAUD/TK mencapai 7 orang, usia 7-12 atau SD/MI mencapai 123 orang, usia 13-15 atau SMP/MTs 328 orang, usia 16-18 atau SMA/MA 595 orang, di atas usia 18 tahun 280 orang, serta data usia tak tersedia 12 orang.

Ada berbagai alasan mengapa ribuan anak tersebut tidak sekolah atau putus sekolah. Di antaranya karena faktor ekonomi yang mencapai 834 anak atau 62,01%, masalah keluarga 10 anak atau 0,74% dan masalah lain-lain 501 anak atau 37,25%.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menjelaskan, setiap tahun pihaknya kerap melakukan identifikasi terhadap anak-anak yang kedapatan tidak sekolah. Identifikasi melibatkan pihak RT/RW terkait se-Kota Cimahi.

"Angka putus sekolah ini kita lakukan identifikasi sesuai jenjang umur. Kami sudah melakukan pendataan kerja sama dengan RT," kata Dikdik, Rabu (22/8/2018).

Dikatakan Dikdik, dalam pendataan itu, pihaknya juga melakukan pendekatan apakah anak tersebut bisa didorong untuk melanjutkan ke sekolah reguler atau tidak. Kemudian, pihaknya juga mendorong anak putus sekolah ini untuk mengikuti sekolah paket di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Terlebih lagi, khusus SD dan SMP negeri itu katanya gratis. Selain untuk, untuk tingkatan lainnya ada juga Bantuan Operaional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Kita akan tempatkan di program paket, dengan demikian putus sekolah ini bisa mendapatkan pelayanan penidikan lanjutan, tidak sampai putus sekolah," ujar Dikdik.

Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas pada Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Ervin Narto menambahkan, alasan lain yang melatabelakangi anak tidak sekolah antara lain karena ketidakbetahan, kemampuan belajar, kemiskinan.

"Ada juga faktor orang tua yang terlalu acuh dan terlalu percaya ke sekolah," jelasnya.

Meski begitu, katanya, pihaknya akan tetap melakukan upaya pendekatan agar anak yang terjaring ini mau kembali sekolah. Baik di sekolah reguler maupun melalui paket sekolah A, B atau C.

 

Baca Lainnya