Rabu, 14 Februari 2018 14:03

Ratusan Siswa SMP di Cimahi Numpang UNBK di SMA/SMK

Reporter : Fery Bangkit 
Nana Suyatna, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi.
Nana Suyatna, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sebanyak 27 SMA/SMK akan diperbantukan dalam pelaksanaan ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Cimahi.

Pelaksanaan UNBK akan dilaksanakan serentak pada 23 hingga 26 April 2018. Sementara ujian susulan akan dilaksanakan 8 sampai 9 Mei 2018.

Baca Juga : FAGI: UNBK SMP Jangan Dipaksakan, Repotkan Orangtua Siswa

Dengan diperbantukannya 27 SMA/SMK tersebut, maka seluruh siswa di Kota Cimahi akan mengikuti ujian berbasis komputer. Pasalnya, 27 SMP/MTs lainnya dipastikan menggelar UNBK secara mandiri alias menggunakan fasilitas komputer sekolah masing-masing.

“Alhamdulillah untuk tahun ini, 54 sekolah 100 persen UNBK. Yang mandiri 27, sedangkan 27 sekolah digabung (menumpang ke SMA/SMK),” terang Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (14/2/2018).

Baca Juga : Terkendala Infrastruktur TIK, UNBK SMP Belum Diwajibkan

Jumlah peserta yang akan mengikuti UNBK SMP/Mts di Kota Cimahi mencapai 9.024 siswa. 5.183 peserta menumpang UNBK ke SMA/SMK, sementara 3.843 menggelarnya secara mandiri atau di sekolahnya masing-masing.

Untuk tingkat SMP, jumlah pesertanya mencapai 7.489 siswa. Sedangkan MTs pesertanya mencapai 1.535 siswa. “Jumlah 9.024 yang sudah terverifikasi untuk UNBK,” tutur Nana.

Baca Juga : MTs Al-Islam Bandung Siap Selenggarakan UNBK Mandiri

Untuk jumlah Mata Pelajaran (Mapel), masih sama seperti tahun sebelumnya, sebanyak empat pelajaran. Yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Sebagai persiapan, pihaknya maupun sekolah yang menggelar UNBK sudah melaksanakan berbagai persiapan. Seperti melaksanakan simulasi langsung UNBK dan try out, membahas soal yang akan diujikan.

Lewat simulasi UNBK, para peserta diharapkan nantinya tidak merasa kaget saat pelaksanaan ujian. Sedangkan try out ditujukan untuk menambah pemahaman siswa terkait soal-soal yang akan diujikan nanti.

“Simulasi rencanannya ada 3 (tiga) kali, try out 2 (dua) kali. Tapi untuk try out mau lebih juga itu tergantung sekolah dengan guru Mapel-nya,” kata Nana.

Perihal persiapan teknis, ucap Nana, pihaknya akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Telkom serta instansi terkait lainnya.

“Mungkin Rakornya sekitar bulan Maret,” ucapnya.

Baca Lainnya