Sabtu, 11 Mei 2019 16:43

Rangka Manusia Hingga Perhiasan Prasejarah Ditemukan di Gua Pawon

Reporter : Fery BangkitĀ 
Tim tengah memilah hasil temuan prasejarah di Gua Pawon
Tim tengah memilah hasil temuan prasejarah di Gua Pawon [ferybangkit]

Limawaktu.id - Tim Peneliti Arkeologi Jawa Barat mengeskavasi titik baru untuk mencari sisa kehidupan prasejarah pada fase awal pleistosen dan akhir holosen di Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pencarian lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya ini dilakukan tepat disebelah lokasi temuan kerangka manusia prasejarah yang ditemukan tahun 2003 sampai 2017. Dari hasil penelitian tahun ini, tim sudah menemukan banyak sisa kehidupan prasejarah di Gua Pawon.

 Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Penelitian kali ini kita dari tanggal 7 Mei sampai 30 Mei. Di Gua Pawon kita menemukan perhiasan, antara lain dari gigi hiu ada gigi binatang dan kulit kerang. Ada juga bekas gigi babi bekas babi. Babi yang cukup banyak, cukup lama diburu dan dikonsumsi oleh manusia pawon," jelas Ketua Tim Peneliti Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/5/2019).

Dikatakannya, khusus penelitian lanjutan tahun ini tim mengambil tema seputar kehidupan prasejarah diakhir era holosen yang pernah berlangsung pada masa lalu. Pihaknya ingin melihat apakah aktifitas manusia prasejarah di Gua Pawon ini hanya di dalam gua atau ada ruang lain.

Tim Peneliti Arkeologi Jawa Barat yang menemukan banyak sisa kehidupan prasejarah di Gua Pawon.

"Dari hasil esvakasi kita ternyata kehidupannya berbeda aktifitas di ruang gua itu. Ada periode kehidupan sebelum atap gua itu runtuh, kemudian ada (kehidupan) setelah atau gua itu runtuh. Gua pawon juga masih dihuni (setelah atap gua pawon runtuh)," jelasnya.

Lutfi melanjutkan, penelitian yang dilakukan pihaknya itu berlangsung sejak tahun 2003. Hasilnya pun cukup memuaskan, dengan temuan tujuh rangka manusia yang ditemukan pada kedalaman rata-rata 3,20 meter. Rangka manusia itu hidup pada periode usia berbeda 9.500 tahun lalu atau 7.500 sebelum Masehi dan periode usia 10.000-12.000 tahun lalu. 

Rangka-rangka yang ditemukan itu berupa tulang tengkorak, tilang tengkorak belakang, tulang rahang atas, tulang rahang bawah serta dua rangka yang terkubur dengan posisi melipat, percis seperti janin bayi dalam perut. Dari hasil penelitian yang dilakukan Lutfi dengan menggunakan metode kualitatif, usia manusia prasejarah yang pernah menghuni Gua Pawon itu berusia 17-36 tahun.

Seorang sedang memotret di Gua Pawon

"Kedalaman manusia yang 7 (tujuh) itu kedalaman 3,20 meter, kita ambil level horizontal. Rata-rata meninggalnya diumur 33-36 tahun," terang Lutfhi.

Selain rangka manusia, dari hasil penelitian selama 16 tahun terakhir, tim peneliti juga menemukan tanda-tanda kehidupan lainnya pada masa prasejarah di Gua Pawon. Dari mulai binatang, fragmen tulang binatang seperti babi, landak dan monyet. 

"Sekarang tinggal hanya satu kelompok monyet yang tinggal di Gua Pawon. Kalau total temuan banyak sekali. Ribuan fragmen tulang, ribuan moluska dan yang satu lagi mengenai alat batu yang selama ini kita sebut opsi dian," ungkapnya.

Selain temuan manusia dan binatang prasejarah, pihaknya juga menemukan jenis makanan yang pernah dikonsumsi manusia pada ere holosen. Di antaranya berburu binatang dan makanan jenis umbi-umbian dan berbiji.

Salah satu temuan yang sedang dibersihkan

Dari penelitian yang dilakukan, pihaknya juga melibatkan para ahli geologi untuk mengklasifikasi jenis binatang serta dari unsur kedokteran untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kehidupan manusia prasejarah. Sebab, kata Lutfi, penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Jawa Barat bukan hanya sekedar mencari benda, tapi melihat lebih dalam kehidupan di belakangnya.

Lutfi menegaskan, hasil penelitian ini akan menjadi bahan informasi bagi generasi masa depan. Sebab, temuan-temuan langka ini bisa menjadi sumber pengetahuan para generasi penerus nanti.

Baca Lainnya