Sabtu, 17 Maret 2018 14:23

Puluhan Guru Madya di Cimahi Rangkap Jabatan jadi Kepsek

Reporter : Fery Bangkit 
32 Guru Madya dilantik dan dikukuhkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna pada Jum'at (16/3/2018) di Lapangan Padasuka, Kota Cimahi.
32 Guru Madya dilantik dan dikukuhkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna pada Jum'at (16/3/2018) di Lapangan Padasuka, Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sebanyak 32 guru Madya di Kota cimahi merangkap menjadi kepala sekolah pada tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Untuk tingkat SD, ada 30 Guru Madya yang merangkap jabatan. Sedangkat tingkat SMP hanya dua guru yang merangkap tugas.

32 Guru Madya tersebut dilantik dan dikukuhkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna pada Jum'at (16/3/2018) di Lapangan Padasuka, Kota Cimahi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan membantah, bila merangkapnya guru menjadi Kepala Sekolah dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, merangkapnya guru menjadi Kepala Sekolah tersebut, sebenarnya tidak bisa secara langsung karena yang bersangkutan harus memiliki sertifikat sebagai guru yang diberikan tugas tambahan.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan pelatihan kepada 25 orang guru dan semuanya lulus untuk pengisian kepala sekolah tersebut.

"Sehingga untuk melakukan pengisian kekosongan kepala sekolah tersebut akan terus berlanjut," kata Dikdik, Sabtu (16/3/2018).

Menurutnya, Kepala Sekolah itu statusnya sebagai guru, tetapi didalam peraturan yang ada, Kepala Sekolah merupakan guru yang diberikan tugas tambahan.

Tugas tambahannya kata Dikdik, untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen selain bertanggung jawab secara administrasi.

"Itu tidak akan mengganggu pelajaran karena kewajiban seorang kepala sekolah saat memberikan pengajaran pada siswa berbeda dengan guru yang tidak diberikan tugas tambahan," kata Dikdik.

Jika menurut aturan dengan sertifikasi, lanjut Dikdik, bahwa seorang kepala sekolah hanya diwajibkan enam jam untuk tatap muka dalam satu minggu.

"Sedangkan untuk guru selama satu minggu itu harus tatap muka 24 jam. Jadi itu tidak akan mengganggu," katanya.

Baca Lainnya