Selasa, 22 Mei 2018 14:29

Peningkatan Kesejahteraan Guru di Kota Bandung, Jadi objek Studi Banding DPRD Pandeglang

Reporter : Jumadi Kusuma
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menerima kunjungan kerja Komisi IV dprd Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang dipimpin oleh Yangto dan didampingi delapan orang anggota dan empat staf DPRD, Selasa (22/5/18).

Sementara itu Ahmad Taufan Hidayat Kasi PTK SD dan SMP yang didampingi oleh staf bidang PPPTK Yufrizal mewakili Kadisdik Kota Bandung menerima rombongan DPRD Pandeglang yang bertujuan studi banding terkait peningkatan kompetensi guru dan peningkatan kesejahteraan guru serta beasiswa bagi warga tidak mampu.

Taufan menjelaskan sesuai dengan visi Disdik Kota Bandung yakni mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu berkeadilan dan berwawasan lingkungan.

"Disdik berupaya melalui program kegiatan yang disupport anggaran DPA yaitu melalui pengembangan pelatihan/workshop peningkatan kompetensi PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) untuk tahun ini lebih menekankan kepada kompetensi sosial dan kepribadian dari empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru", jelas Taufan.

Sementara itu untuk peningkatan kesejahteraan terutama guru non PNS dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Kota Bandung sudah melahirkan Keputusan Walikota No 420/kep.206-disdik/2018 tentang Honorarium Tambahan Bagi Guru dan TAS non PNS.

Adapun besaran yang diterima adalah sebagai berikut:
1. Guru PAUD Non Formal sebesar Rp. 750.000,-/bulan,
2. Guru TK dan SD Rp. 820.000,-/bulan,
3. Guru SMP sebesar Rp.1.020.000,-/bulan,
4. TAS SD sebesar Rp. 520.000,-/bulan dan TAS SMP Rp. 650.000,-/bulan

Terkait beasiswa Taufan menjelaskan bahwa untuk beasiswa SMA dan SMK Disdik Kota Bandung memberi bantuan untuk penebusan ijazah sebesar 3,5 milyar per tahun.

"Untuk beasiswa mahasiswa, mekanismenya, mahasiswa dari warga yang tidak mampu harus mengajukan beasiswa kepada Disdik setelah yang bersangkutan diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta", tutur Taufan.

Selain itu menurut Taufan ada inovasi yang telah dilaksanakan di Kota Bandung yaitu Program Bandung masagi, inklusi, literasi, Guru pembelajar, Sakoja, Cekas, Samawa yang baru diluncurkan di rangkaian Hardiknas 12 Mei lalu di Balaikota, pungkasnya.

Baca Lainnya