Senin, 4 Juni 2018 17:22

Pendaftar Membludak, SMKN 1 Cimahi Batasi Calon Siswa

Reporter : Fery Bangkit 
Pendaftaran siswa baru di SMKN 1 Cimahi.
Pendaftaran siswa baru di SMKN 1 Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi membatasi jumlah siswa baru tahun ini. Sekolah favorit itu hanya akan menerima 648 siswa yang terbagi dalam 18 rombel, dengan rata-rata 36 siswa setiap rombelnya.

Pembatasan tersebut membuat para calon siswa menyerbu SMK Negeri 1 di Jalan Mahamartanegara pada hari Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) 2018, Senin (4/6/2018).

Dalam sehari, panitia pelaksana PPDB hanya melayani kurang lebih 330 pendaftar. Sedangkan nomor antrean yang belum terpanggil, akan dilayani keesokan harinya.

"Tentunya setiap hari akan kami layani, tapi disesuaikan dengan jam server pusatnya, kan sampai jam 16.00. untuk pendaftaran sampai hari Jumat, kemungkinan akan lebih banyak lagi pendaftarnya," ungkap Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Cimahi, Tedi Ahmad Santosa, Senin (4/6/2018).

Menurut Tedi, pada hari pertama PPDB ini, siswa yang mendaftar mayoritas menggunakan jalur Warga Penduduk Setempat (WPS) dan Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KTEM).

Seleksi pada jalur KTEM menggunakan seleksi jarak serta beberapa persyaratan dokumen lain yang dibutuhkan antara lain memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan, kartu keluarga sejahtera (KKS), dan sebagainya.

Sedangkan penilaian jalur WPS murni berdasarkan jarak dari rumah calon peserta didik ke sekolah tujuan. Semakin dekat rumah calon peserta didik dengan sekolah tujuan, maka akan semakin besar kesempatan peserta didik tersebut untuk diterima pada sekolah pilihannya.

"Untuk KTEM tentu perlu dibuktikan dengan persyaratan yang sudah ditentukan dan melihat kondisi rumah," katanya.

Tedi melanjutkan, jika siswa yang mendaftar melalui jalur WPS dan KTEM kali ini gagal, maka bisa mencoba menggunakan jalur Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) yang berdasarkan informasi akan mulai dibuka pada awal bulan Juli mendatang.

"Kalau gagal sekarang, kan masih bisa mencoba dengan jalur prestasi nanti. Dari jalur WPS, KTEM, prestasi, itu sekitar 30 persen kuotanya. Jadi 70 persen lagi itu milik NHUN, kesempatannya masih terbuka," jelasnya.

Pihaknya juga melakukan tes fisik terhadap calon peserta didik yang mendaftar. Kendati calon peserta didik sudah menyertakan surat keterangan dari Puskesmas atau rumah sakit, namun pihaknya tak ingin kecolongan.

Dengan sistem pendaftaran itu juga, diharapkan bisa memininalisir potensi siswa titipan. Sebab semua poin penilaian yang dimiliki siswa, akan tergantung pada penilaian dari sistem komputer.

"Jadi 33 panitia PPDB yang bertugas sekarang, bukan penentu siswa itu akan lolos tes atau tidak. Tapi semua tergantung pada penilaian berdasarkan perhitungan komputer. Intinya semoga bisa meminimalisir potensi kecurangan," tandasnya. 

Baca Lainnya