Selasa, 17 Oktober 2017 13:32

Pahlawan Energi SMAN 9 Bandung Tularkan Budaya Hemat

Reporter : Fery Bangkit 
Perwakilan siswa SMAN 9 Bandung yang ditugaskan melakukan  upaya penghematan energi di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Perwakilan siswa SMAN 9 Bandung yang ditugaskan melakukan upaya penghematan energi di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Budaya hemat energi kini tengah digalakan SMA Negeri 9 Bandung. Kampanye hemat energi telah berjalan sejak Agustus 2017 dan akan berakhir hingga Oktober 2017.

Kampanye hemat energi didasarkan pada cadangan energi di Indonesia yang dinilai semakin menipis, kesadaran masyarakat dalam menghemat energi listrik tergolong rendah dan masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum mendapatkan pasokan listrik.

Hemat energi sendiri diinisiasi oleh Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Republik Indonesia. SMA Negeri 9 menjadi salah satu sekolah yang mengikuti lomba hemat energi ala Kementerian ESDM.

Manager Energi SMA Negeri 9 Bandung, Rizki Safari Rakhmat menjelaskan, sejak dimulainya kampanye hemat energi, pihaknya langsung membentuk tim yang dinamakan 'Pahlawan Energi' yang bertugas untuk mengelola, menginformasikan dan membuat kebijakan.

“Pahlawan Energi dipilih dari perwakilan siswa yang tugasnya melakukan berbagai upaya-upaya penghematan energi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya di SMAN 9 Bandung, Jln. Suparmin, Selasa (17/10/2017).

Bukan hanya semata mengejar yang terbaik dalam lomba, namun bagi SMA Negeri 9 Bandung, yang terpenting ialah bagaimana hemat energi ini bisa diterapkan oleh masyarakat, terutama pelajar.

Dalam kurun waktu tiga bulan ini, berbagai upaya telah dilakukan sekolah dalam rangka menghemat energi. Di antaranya menggunakan lampu hemat energi seperti LED, mematikan lampur siang hari.

Kemudian mencabut alat-alat elektronik yang tidak digunakan, mengatur suhu AC, memastikan pintu kulkas tertutup rapat, kampanye hemat energi di jalanan Kota Bandung, kampanye hemat energi kepada orang tua, aksi bersama mematikan gadget bersama dan kegiatan lainnya.


Upaya tersebut tak lain ialah untuk menularkan hemat energi kepada masyarakat, khususnya para pelajar SMA Negeri 9 Bandung. Selain itu, menciptakan energi yang berkeadilan pun jadi tujuan.

“Selain itu, manfaat penghematan energi juga dapat menurunkan tagihan listrik bulanan, sehingga meringankan beban biaya listrik,” ucap Rizki, yang juga merupakan salah satu guru Matematika di SMA Negeri 9 Bandung.

Contoh simpelnya, dengan penghematan energi yang dilakukan SMA Negeri 9 Bandung, tagihan listrik per bulannya turun drastis.

Sebelum diterapkan kampanye tersebut, sekolah harus membayar hingga Rp 8 juta per bulan, namun pasca digelar hemat energi, biaya listrik turun menjadi Rp 3 juta saja per bulannya.

Harapannya, kampanye hemat energi bukan sekedar sesaat saja, melainkan menjadi kebiasaan pelajar. Lebih hebatnya lagi, bila hemat energi ini bisa menular dan diterapkan seluruh warga, tak hanya di Bandung, melainkan di seluruh Indonesia. (kit)*

 

Baca Lainnya