Kamis, 10 Januari 2019 17:18

Minim Fasilitas, 75 Sekolah di Cimahi Belum Tercover SPMI

Reporter : Fery Bangkit 
Hasil Karya yang Dipamerkan dalam Ekspos SD Model SPMI kepada SD Imbas SPMI di Gugus Rd. Dewi Sartika di SDN Cibabat Mandiri 1 Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Kompleks Nata Endah Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019).
Hasil Karya yang Dipamerkan dalam Ekspos SD Model SPMI kepada SD Imbas SPMI di Gugus Rd. Dewi Sartika di SDN Cibabat Mandiri 1 Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Kompleks Nata Endah Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebanyak 75 sekolah Dasar (SD) di Kota Cimahi belum tersentuh penerapan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), baik sekolah imbas maupun sekolah model.

Pasalnya, dari 125 SD negeri dan swasta di Kota Cimahi, baru 50 sekolah yang sudah ditetapkan ke dalam SPMI. Delapan di antaranya tersentuh sekolah model, 42 termasuk sekolah imbas.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan usai menghadiri Ekspos SD Model SPMI kepada SD Imbas SPMI di Gugus Rd. Dewi Sartika di SDN Cibabat Mandiri 1 Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata Kompleks Nata Endah Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019).

"Target kita semua sekolah sudah bisa menerapkan SPMI," kata Dikdik.

Ada kriteria yang menentukan sekolah tersentuh SPMI. Terutama harus memenuhi delapan Standar Pendidikan Nasional (SPN), yakni standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, standar penilaian pendidikan serta standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Jika ingin masuk SPMI, tegas Dikdik, otomatis sekolah harus memenuhi delapan SPN itu. Namun, yang jadi permasalahan biasanya terdapat pada point pemenuhan standar sarana dan prasarana. Menurut Dikdik, permasalahan pemenuhan sarana dan prasarana bukan hanya terjadi di Kota Cimahi saja. 

"Sarana prasarana ini akan menjadi persoalan tersendiri. Masalahnya klasik, keterbatasan biaya. Tapi kita upayakan dengan keterbatasan yang ada, pemanfaatan sarana dan prasarana di sekolah bisa dilakukan optimal," jelas Dikdik.  

Meski terbatas anggaran, pihaknya tetap berusaha dan mendorong agar semua sekolah di Cimahi bisa memenuhi kriteria dan masuk ke dalam SPMI. Pasalnya, pemenuhan standar itu juga menjadi salah satu penentu akreditasi sekolah.

"Jangan sampai ketika dilakukan evaluasi pada proses akreditasi ada sekolah yang tak memenuhi 8 (delapan) standar nasional, kemudian mendapat akreditasi yang kurang," ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya agar memenuhi standar nasional ialah dengan melakukan pendampingan. Pendampingan itu bakal dilakukan oleh sekolah yang sudah masuk SPMI dan juga Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

"Sekolah model harus mendampingi sekolah imbas, jadi ada semacam pendampingan. Kemudian LPMP mendampingi sampai 2 tahun, tahun ketiga (sekolah) harus mandiri," tandasnya.

Baca Lainnya