Limawaktu.id -Belasan warga Kota Cimahi yang mengaku ‘korban’ zonasi">zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mendesak pemerintah untuk menghapuskan sistem zonasi PPDB, karena dianggap mempersulit hak warga untuk masuk sekolah negeri yang dituju.
Hal itu terungkap saat penyampaian aspirasi ke DPRD">DPRD Kota Cimahi pada Kamis (4/7). Kurang lebih sekitar 20 menit mereka menyampaikan orasi di depan kantor DPRD Kota Cimahi.
Salah seorang warga Kota Cimahi, Buntaran Soekaya mengungkapkan, sistem zonasi harus dibarengi dengan ketersediaan sekolah yang mampu menampung siswa yang tak jauh dari lingkungan masyarakat.
Namun pada kenyataannya jumlah sekolah belum sebanding dengan siswa yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi baik di SMP atau SLTA.
“Jika memang belum siap, sistem zonasi jangan dipakasakan, karena yang rugi kami para orang tua,” ungkapnya saat bersama belasan warga lainnya mendatangi gedung DPRD Kota Cimahi.
Sementara, Harry Sudrajat, warga Kecamatan Cimahi Selatan mengatakan, dia mendaftarkan anaknya ke SMAN 4 Cimahi yang paling dekat dari rumahnya. Sedangkan pilihan kedua dan ketiga di SMAN yang relatif lebih jauh. Namun, hasilnya tidak seperti yang diharapkan sebab anaknya tidak lolos.
"Mendaftar ke sekolah terdekat dengan rumah, ternyata anak saya tidak lolos juga. Kalau disetiap kelurahan ada sekolah mungkin tak masalah, tetapi karena tak sesuai antara lulusan dan daya tampung, akhirnya zonasi ini bermasalah. Jadi apakah anak saya tak boleh bersekolah?,” Katanya.
Sedangkan Ida Anggraeni asal Cimahi Tengah mengaku telah mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Cimahi melalui sistem zonasi. Namun, ia mengaku khawatir anaknya tidak lolos diterima sekolah. Berdasarkan jarak zonasi urutan anaknya terus bergeser oleh yang lain. Selain itu, saat ini pilihan daftar SMP hanya ada satu tujuan dan tidak ada pilihan lain.
"Kalau gak masuk negeri masuk swasta aja tapi anak pengen ke negeri. Mudah-mudahan ada rezekinya masuk SMPN 1. Sistem zonasi ke depan dihapuskan saja, sebab sangat menyulitkan bagi orang tua,” pungkasnya.