Limawaktu.id - Budaya Sunda sangat menjunjung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda adalah periang, ramah-tamah (soméah, seperti dalam falsafah someah hade ka semah), murah senyum, lemah-lembut, dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya masyarakat Sunda.
Hal itulah yang diajarkan para guru di SDN Cibabat Mandiri 3 Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Melalui kegiatan paturay Tineung dan Helaran Seni, para siswa menampilkan ekspresi dan kabisanya dihadapan para orang tua, saat perpisahan siswa kelas 6 yang telah menyelesaikan studinya di SDN Cibabat Mandiri 3.
Kepala SDN Cibabat Mandiri 3 Toto Suwangsa mengatakan, meskipun baru 2 bulan menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Cibabat Mandiri 3, dirinya merasa bangga dengan prestasi dan dedikasi para guru dalam mendidik anak-anak di SD ini.
"Saya baru 2 bulan disini, tapi saya lihat banyak prestasi yang membanggakan kami," katanya, disela acara Paturay Tineung dan Helaran Seni yang digelar pada Kamis (20/6).
Toto mengaku, selain prestasi akademik siswa SDN Cibabat mandiri juga memiliki prestasikan yang membanggakan sekolah dan Kota Cimahi, diantaranya peraih juara cabang olahraga karate di tingkat Provinsi dan berhasil mewakili Kota Cimahi untuk Sekolah Sehat di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Cimahi Zaenal Mutaqqin mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para guru, kepala sekolah dan siswa SD Cibabat Mandiri 3. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk dari ekspresi dan prestasi yang telah diajarkan di SDN Cibabat Mandiri 3 Cimahi.
"Kegiatan positif seperti ini harus dilakukan oleh setiap sekolah yang ada di Kota Cimahi," bebernya.
Tak hanya itu, melalui pembelajaran baik akademik, budaya ataupun olahraga, akan menambah wawasan para siswa dalam mengembangkan dirinya untuk meraih masa depannya.
"Kegiatan ini menjadi sebuah kewajiban di masing-masing sekolah sesuai dengan karakter sekolahnya masing-masing," ujarnya.