Sabtu, 25 November 2017 18:11

Ketika Gaji Guru Honor Lebih Rendah dari Buruh

Reporter : Jumadi Kusuma
Seorang guru sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas
Seorang guru sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas [net]

Limawaktu.id,- Peringatan Hari Guru Nasional 25 November adalah momentum untuk mengingat peran para pahlawan tanpa tanda jasa, guru. Sayangnya, peran mereka belum dihargai sebagaimana mestinya, persoalan kesejahteraan, masih menjadi masalah yang memprihatinkan, bagaimana mungkin seorang guru honorer , pendapatannya lebih rendah ketimbang upah seorang buruh.

Menurut Riyan, guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Kartika Parongpong Kabupaten Bandung Barat menyatakan, dari yayasan tempatnya mengajar mendapat honor sebesar Rp. 900 ribu perbulan dan tidak ada tunjangan lainnya dan dari Pemda sampai saat ini belum ada bantuan.

“Untuk saat ini saya kebetulan sudah terbawa dari Dinas Pendidikan KBB untuk ikut program PLPG (Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru, red.) atau sertifikasi khusus untuk yayasan tetapi untuk pengumumannya belum ada hasilnya”, kata Ryan yang sudah empat tahun mengabdi di SD Kartika.

Sementara itu Lulu yang mengajar baru beberapa bulan di sekolah yang sama berharap momentum peringatan Hari Guru Nasional bisa meningkatkan kesejahteraan para guru, “Guru hononer gajinya dinaikin”, harapnya singkat saat ditemui limawaktu.id disela-sela Peringatan Hari Guru Nasional di Lapangan Mekarsari Pemkab. Bandung Barat, Sabtu (25/11).

Dilain pihak, Ketua PGRI Juhro Hamdan yang juga Kabid SMP Disdik KBB menuturkan, “Hari Guru Nasional merupakan momentum untuk menyatukan tekad, semangat kebersamaan, persatuan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.

“Terkait kesejahteraan guru di KBB, hampir sembilan puluh persen guru yang telah memenuhi syarat sudah mendapat sertifikasi dari enam ribuan guru di Kabupaten Bandung Barat”, jelasnya.

Hal senada dikatakan Jalaludin, Kabid Sekolah Dasar Disdik KBB. Kesejahteraan guru honorer itu dibayar oleh sekolah yang diambil dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah, red.) yang sesuai aturan itu limabelas persen dari anggaran dana BOS, kalau untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) ada Tunjangan Daerah (Tunda) berupa bantuan dari pemerintah yang relatif kecil yaitu Rp. 200 ribu untuk lima ribu guru PNS di Kabupaten Bandung Barat

Terkait pengangkatan guru honorer, Jalaludin menuturkan, “Pengangkatan guru honorer itu pemerintah pusat yang bertanggungjawab, “ pungkasnya. (jk)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sedih

26 November 2017 9:15 Balas