Senin, 13 Mei 2019 15:27

Keseharian Dua Peraih Nilai UNBK Tertinggi di Jabar

Reporter : Fery BangkitĀ 
Naufal Aditya Juniarahman (kiri) dan Naufal Aqila Qamaruddin
Naufal Aditya Juniarahman (kiri) dan Naufal Aqila Qamaruddin [ferybangkit]

Limawaktu.id - Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Cimahi, Didin Saepudin memuji keseharian dua siswanya yang meraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 tertinggi di Jawa Barat.

Seperti diketahui dua siswa tingkat tiga, Naufal Aditya Juniarahman (Teknik Otomasi Industri) meraih nilai 376,5 dan Naufal 'Aqilla Qamaruddin (Teknik Elektronika Industri) yang meraih 374.

Baca Juga : UNBK di SMKN 3 Cimahi Digelar 'Lesehan'

"Mereka senang mengajarkan temannya kalau misal ada materi belajar yang tidak dimengerti. Daya tangkapnya cepet," kata Didin saat ditemui di SMKN 1 Cimahi, Jalan Maharmartanegara, Senin (13/5/2019).

Bahkan, tak jarang guru-gurunya sering memasangkan kedua siswa tersebut dengan siswa lainnya yang dinilai kurang dari segi akademiknya.

Baca Juga : Prestasi SMAN 3 Cimahi Musim UNBK Tahun ini, Sejumlah Siswanya Lolos SBMPTN di ITB-UGM

"Alhamdulillah nilai siswa yang dipasangkan mulai meningkat," ujarnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Cimahi, Daud Saleh mengaku bangga dengan raihan siswa-siswanya. "Ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena memang dalam kurikulum 2013 yang kami jalankan, belakangan ini kami kian intensifkan pengayaan dan pemantapannya," kata Daud.

Baca Juga : Dua Siswa SMKN 1 Cimahi Raih Nilai UNBK tertinggi di Jabar, ini Rincian Nilainya

Terkait hadiah yang akan diberikan kepada kedua siswa tersebut, Daud mengatakan masih membahas hal tersebut secara internal. "Ini kan hasilnya baru kemarin sore, belum kami bicarakan, tapi yang pasti hadiah ada," ucapnya.

Naufal Aditya Juniarahman mengatakan, dirinya termasuk pelajar yang jarang membuka buku materi saat di rumah. Ia pun tak melakukan persiapan khusus saat menghadapi UNBK kecuali pemantapan yang dilakukan di sekolah.

"Yang terpenting itu kita bisa fokus memperhatikan saat guru mengajar di kelas, jangan sampai ada yang miss, yang penting harian kita saja," kata remaja kelahiran 5 Juni 2001 itu.

Ia pun dikenal tak pelit membagikan ilmunya saat ada temannya yang tak paham. "Saya hanya membantu menjelaskan apa yang guru terangkan kadang-kadang, berbagi ilmu saja," ucapnya.

Baca Lainnya