Kamis, 13 September 2018 12:51

Kembangkan Teknologi Terbarukan, 240 Guru dan Kepala Lab SMK akan Dilatih Ahli Listrik Prancis

Reporter : Fery Bangkit 
Peresmian Pusat Keunggulan yang diresmikan di P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi, Kamis (13/9/2018). Program itu merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan Schneider Electric.
Peresmian Pusat Keunggulan yang diresmikan di P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi, Kamis (13/9/2018). Program itu merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan Schneider Electric. [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Sebanyak 240 guru dan Kepala Laboratorium SMK se-Indonesia akan mendapat pelatihan di Pusat Keunggulan Bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan.

Para guru SMK dan kepala laboratorium itu akan mendapat pelatihan dari ahli kelistrikan asal Prancis. Kurikulum pelatihan akan diintegrasikan ke dalam Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKNI).

Program Pusat Keunggulan yang diresmikan pada Kamis (13/9/2018) ) Gedung Pancaniti P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi itu merupakan kerja sama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan Schneider Electric.

Peluncuran teknologi terbarukan itu dihadiri langsung oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI, Ananto Kusuma Seta serta Chief Marketing Officer Global Schneider Electric, Cris Leong.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI, Ananto Kusuma Seta mengatakan, Pusat keunggulan bidang listrik, otomasi dan energi terbarukan ini akan memberikan program pelatihan yang difokuskan kepada guru dan kepala laboratorium di SMK.

"Fokusnya adalah bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan dan energi terbarukan," ujarnya dalam sambutan.

Dikatakannya, program keunggulan ini merupakan aksi tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis, Schneider Electric Fondation Prancis serta Schneider Indonesia.

"Bagi Kemendikbud, ini merupakan bagian dari program revitalisasi SMK untuk mendukung pengembangan kelistrikan nasional serta mendukung agenda making Indonesia 4.0," jelasnya.

Baca Lainnya