Rabu, 4 Juli 2018 16:24

Kecewa Anaknya Ditolak di SMAN 5 Cimahi, Orang Tua ini Rusak Fasilitas Sekolah

Reporter : Fery Bangkit 
Ajat Sudrajat, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Cimahi.
Ajat Sudrajat, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Orang tua siswa yang diketahui bernama Hektor Welleam Herwawan warga Pasir Kumeli, Baros, Cimahi Tengah kedapatan melakukan perusakan fasilitas milik SMA Negeri 5 Cimahi.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (30/6/2018), sekitar pukul 17.30. Aksi brutal itu dilakukannya karena merasa kecewa anaknya tidak masuk seleksi di SMA yang terletak Pacinan, Kota Cimahi.

Baca Juga : Sosialisasi PPDB Penting dan Strategis

Akibat pengrusakan tersebut, sejumlah pot bunga di sekolah yang berlokasi di Jalan Pacinan, Kota Cimahi itu pecah dan tanahnya berserakan.

Ajat Sudrajat, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Cimahi menuturkan, orang tua tersebut mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi sebagai atlet renang. Namun tidak diterima karena penilaian dari tim penilai dan panitia.

Baca Juga : Para Calon Siswa SMPN 1 Cimahi Dibuat Galau, ini Sebabnya

"Kami sebagai panitia juga melakukan penilaian, dan berdadarkan hasil penilaian, calon peserta didik yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria dan tidak lulus penilaian," ujar Ajat Sudrajat saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/7/2018).

Ajat melanjutkan, alasan mengapa anak yang bersangkutan tidak lulus karena karakter dan sikap anak yang dinilai bisa membawa dampak buruk. Prilaku siswa tersebut didapatnya dari guru olahraga SMPN 9 Cimahi dan pelatih renangnya.

Baca Juga : Lulusan SD di Cimahi tak Tertampung di SMP Negeri

"Kalau dia itu di sekolahnya pernah merusak jok motor guru, menuliskan kata-kata tidak pantas saat kelulusan, jadi itu alasannya kami tidak bisa meluluskan dia," kata Ajat.

Atas kejatidan itu, pihaknya mengaku sempat melaporkannya ke pihak yang berwajib. Setelah itu, pertemuan dengan orang tua siswa pun dilaksanakan pada hari Senin (2/7/2018). Hektor yang menjadi pelaku penrusakan mengakui perbuatannya, dan membuat pernyataan permintaan maaf secara tertulis.

Baca Juga : PPDB di Kota Cimahi Rentan Dicurangi!

"Dia datang ke sekolah untuk mediasi dengan kami, dan dia mengakui perbuatannya. Intinya tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menjelek-jelekkan nama baik sekolah," beber Ajat.

Ajat tak mempermasalahkan kerugian akibat pengrusakan yang dilakukan oleh salah satu orangtua siswa yang kecewa. Namun, ia menyayangkan sikap dari orangtua siswa menjurus pada tindakan kriminal.

Sementara itu, Hektor justru memberikan pernyataan yang bertolakbelakang dengan apa yang disampaikan oleh pihak sekolah. Hektor justru mengaku jika ia merasa dirugikan lantaran anaknya tidak diterima, padahal berprestasi.

Ia mengeluhkan jika ada tiga orang pendaftar, yang sama sekali tudak berprestasi justru diterima oleh SMA Negeri 5 Cimahi. Hektor pun mencurigai jika pelatih renang anaknya, mengakomodir pendaftaran ke sekolah tersebut secara kolektif.

"Saya kira karena anak saya ada masalah dengan pelatih renangnya, jadi dia dikorbankan dan tidak lolos pendaftaran. Padahal anak saya berprestasi, dan anak yang lain tidak, tapi justru anak saya yang tersingkir," ungkap Hektor saat bertemu wartawan.

Hektor kecewa dengan pihak sekolah yang tidak meloloskan anaknya dalam pendaftaran melalui jalur prestasi hanya karena karakter dan sikap anaknya yang dinilai kurang baik.

"Mana ada penilaian lolos atau tidak dalam ppdb itu berdasarkan karakter anak. Saya kira penilaiannya subjektif dan merugikan. Seharusnya sekolah mendidik anak agar karakternya menjadi baik," terangnya.

Baca Lainnya