Sabtu, 7 Juli 2018 18:58

Kandas Masuk SMP Negeri Cimahi, Para Orang Tua Pertanyakan Sistem Zonasi PPDB

Reporter : Fery Bangkit 
Para orang tua siswa tengah mendaftarkan anaknya di SMP Negeri.
Para orang tua siswa tengah mendaftarkan anaknya di SMP Negeri. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Raut kekecewaan terpancar jelas dari sejumlah orang tua siswa. Pasalnya, keinginan mereka untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Cimahi harus kandas.

Salah satu orang tua siswa yang merasa kecewa adalah Aay (40), warga Cigugur Tengah, Kota Cimahi. Ia menuturkan, sejak awal anaknya ingin masuk SMPN 7 Kota Cimahi. Untuk itu, ia pun langsung mendaftarkan anaknya.

Baca Juga : Para Calon Siswa SMPN 1 Cimahi Dibuat Galau, ini Sebabnya

"Saya bela-belain waktu itu pergi jam 5 (subuh) untuk daftarin anak saya," tuturnya, Sabtu (7/7/2018).

Dikatakannya, awal mendaftar anaknya mengikuti jalur afirmasi. Beberapa persyaratan pun telah disiapkan olehnya, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun anaknya tak masuk seleksi.

Baca Juga : Lulusan SD di Cimahi tak Tertampung di SMP Negeri

Kemudian, ia mendaftarkan anaknya lewat jalur radius zona. Kebetulan, SMPN 7 merupakan sekolah yang paling dekat jaraknya dengan domisili anaknya. SMPN 7 berada di sekitar Kelurahan Cibeureum.

Tapi, tetap saja anaknya tidak masuk dalam daftar akhir pada laman resmi Dinas Pendidikan Kota Cimahi, http://cimahi.siap-ppdb.com. Anaknya tersisih oleh pendaftar lain.

Baca Juga : PPDB di Kota Cimahi Rentan Dicurangi!

"Padahal nilai akhir anak saya lumayan tinggi, tapi kalah sama yang jaraknya lebih deket dengan sekolah. Padalah nem-nya lebih kecil dari anak saya," bebernya.

Anaknya memiliki nilai akhir 249,420. Nilai tersebut ditambahkan dengan radios zona dari domisili ke SMPN 7 yang mencapai 260. Sehingga, modal yang didapat adalah 509,420. Tapi tetap saja anaknya tersisih.

Baca Juga : Kecewa Anaknya Ditolak di SMAN 5 Cimahi, Orang Tua ini Rusak Fasilitas Sekolah

"Saya aneh sekali dengan jalur radius zona ini," ucapnya.

Diakuinya, akibat tak masuk sekolah yang diinginkannya, anaknya lebih kecewa lagi. Pasalnya, kata Aay, anaknya merasa percuma selama setahun terakhir mengikuti les pelajaran dan sebagainya.

"Anaknya drop sekarang. Kesel. Udah les bayar, belajar tapi tetep hasilnya gak diterima," katanya.

Saat meminta konfirmasi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, ia menyatakan bahwa semua konfirmasi mengenai PPDB harus langsung melalui Kepala Dinas Pendidikan.

Namun, ketika mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, nomornya sedang tidak bisa dihubungi.

Baca Lainnya