Kamis, 11 Januari 2018 15:14

Kadisdik Jabar Tekankan Kewajiban Guru Honorer Mengajar 32 Jam dalam Seminggu

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Ahmad Hadadi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Ahmad Hadadi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. [Limawaktu]

Limawsktu.id - Beredarnya informasi di media sosial terkait kewajiban hadir selama 5 hari kerja dan mengajar minimal 32 jam dalam seminggu bagi guru honorer SMA dan SMK Negeri di lingkungan Pemprov Jawa Barat, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi.

Informasi yang dimaksud dari Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) adalah bahwa per Januari 2018 Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib mengajar 32 jam pelajaran per minggu dan jika kurang bisa diatambah dengan mata pelajaran lain atau diberikan tugas tambahan. Selain itu honor Guru Tidak Tetap (GTT) sebesar Rp. 85.000 dari Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), GTT akan diberi Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Provinsi Jabar. Pada tahun 2018 akan ada test penerimaan PNS guru. Terkait Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) akan diberikan berdasarkan kinerja pegawai sehingga bisa berbeda antar pegawai.

Informasi tersebut tidak dibantah oleh Kadisdik Ahmad Hadadi saat dikonfirmasi limawaktu.id, Kamis (11/1/18). Hadadi hanya mengklarifikasi dan membantah terkait informasi GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tidak memiliki hak cuti melahirkan, "Yang dimaksud adalah tidak ada cuti tahunan untuk guru dan tenaga kependidikan Non PNS, apabila melahirkan dan sakit kebijakan ada dikepala sekolah," bantahnya. (jk)*

Jenal O'conner
Jenal O'conner

Tolong kalau ada rapat mending di cek wartawan deh gimna jelasnya...di sekolah dampaknya apa pengawas skolah tanya

23 Januari 2018 11:09 Balas

Jenal O'conner
Jenal O'conner

Kerja suruh nambah naik Yg di gaji honor enggak semua terus tujuannya apa

23 Januari 2018 11:04 Balas