Senin, 9 April 2018 21:01

Kadisdik Jabar Pantau UNBK di Cimahi, ini yang Disampaikannya

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebanyak 28.489 siswa SMA/MA/SLB se-Jawa Barat mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2018. UN mulai dilaksanakan sejak Senin (9/4/2018) hingga Kamis (12/4/2018).

Untuk SMA/MA, pelaksanaannya 100% berbasis komputer atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara SLB dilaksanakan secara manual.

Ada empat mata pelajaran yang di UN-kan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan mata pelajaran pilihan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi memastikan, dalam pelaksanaan UN di Jawa Barat tidak akan ada kebocoran soal maupun jawaban.

"Kami pastikan tidak ada kebocoran, karena sistemnya ketat," katanya saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 3 CImahi, Jalan Pesantren, Senin (9/4/2018).

Selain itu, Ahmad juga memastikan semua sarana penunjang UNBK tahun 2018 ini sudah siap. Di antaranya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) soal pasokan listrik.

"Untuk antisipasi beberapa daerah, kami minta sekolah menyiapkan genset, sehingga kalau ada kematian bisa dibackup," pungkasnya.

Sementara itu, Anwar Hafidz, siswa kelas XII SMAN 3 Cimahi mengakui jika banyak kabar mengenai adanya pihak-pihak yang menjual kunci jawaban UNBK seharga Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu.

"Pastinya rugi lah investasi uang ratusan ribu buat kunci jawaban, yang kita juga 'gak tahu persentase benarnya berapa. Kan setiap orang beda-beda soal, darimana yang jual itu tahu jawabannya," ungkapnya.

Menurutnya, isu mengenai kebocoran soal dan jual beli kunci jawaban hanya menurunkan fokus dan konsentrasi siswa ketika akan melaksanakan UNBK. Untuk itu, ia pribadi lebih mengandalkan kampuannya setelah belajar sebelum UNBK dilaksanakan.

"Saya selain belajar di sekolah ditambah belajar di bimbingan belajar (bimbel) juga. Jadi bisa dibilang cukup lah persiapannya, apalagi sebelumnya juga sempat tryout dan kita sudah USBN," katanya.

Apalagi, pihak sekolah sudah mewanti-wanti semua siswa agar mengabaikan tawaran membeli kunci jawaban karena tidak ada manfaatnya.

"Waktu USBN juga memang ramai di grup whatsapp kalau ada bocoran soal, tapi kita tidak dapat sih. Sekarang itu ramainya melalu Line, dan harganya memang terhitung murah. Tapi ya itu kan tidak menjamin kelulusan kita," tegasnya.

Baca Lainnya