Kamis, 29 Maret 2018 16:42

Kadisdik Jabar bentuk Tim Investigasi Kebocoran USBN, FAGI Tidak Dilibatkan

Reporter : Jumadi Kusuma
Surat Perintah Pembentukan Tim Investigasi Kebocoran USBN.
Surat Perintah Pembentukan Tim Investigasi Kebocoran USBN. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) tidak dilibatkan dalam Tim Investigasi yang dibentuk Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat. Tim tersebut bertugas melakukan pencarian fakta dan data dibalik bocornya soal dan jawaban USBN SMA/SMK 2018 se Jawa Barat.

Diketahui kasus bocornya USBN tersebut terkuak berkat informasi awal dari FAGI.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung mengatakan semakin banyak anggota tim investigasi itu semakin baik. Adapun FAGI tidak dilibatkan kemungkinan sebagai narasumber.

“Sebab bisa saja nanti FAGI menjadi narasumber,” kata Untung, Rabu (28/3/18).

Menurutnya, dengan terbitnya Surat Perintah (Sprint) Investigasi dari Disdik Jabar merupakan payung hukum bagi tim investigasi untuk menjalankan tugasnya.

Surat Perintah Pembentukan Tim Investigasi Kebocoran USBN.
Surat Perintah Pembentukan Tim Investigasi Kebocoran USBN.[Limawaktu]

“Sprint investigasi bisa menjadi payung hukum bagi tim dalam melakukan investigasi dan klarifikasi atas temuan adanya kebocoran soal dan kunci jawaban USBN,” jelas Untung.

Harapannya, dengan waktu yang sangat terbatas, hanya 10 hari kerja terhitung 27 Maret 2018, tim dapat bekerja maksimal dan optimal. Terlebih, data-data dan fakta pendukung adanya kebocoran sudah disampaikan dan dipaparkan oleh FAGI.

Diketahui, Tim Investigasi USBN terdiri dari, Ketua Husein Rahadian Hasan –Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Disdik Jabar, Wakil Ketua I Yesa Sarwedi Hami Seno –Kabid Pembina SMA Disdik Jabar, Wakil Ketua II Deden Saeful Hidayat –Kepala Cadisdik wilayah VI Disdik Jabar.

Dan tujuh orang anggota lainnya, Wisnu Cahyadi –Ketua Dewan Pendidikan Jabar, Lukman –Ketua MKKS SMK Kota Bandung, Suryana –Ketua MKKS SMA Kota Bandung, Yayan Syalviana –Guru SMAN 26 Bandung, Asep Suryana –Guru SMAN2 Bandung, Yadi Setiadi –Guru SMAN 5 Bandung, dan, Dedy Kusnadi –Guru SMA Taman Siswa Bandung.

Baca Lainnya