Kamis, 12 Juli 2018 18:56

Jalur Zonasi Korbankan Siswa Berprestasi dan SKTM

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pengamat Pendidikan STKIP Pasundan Chaerul Sobar menilai, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 perlu dievaluasi. Khususnya jalur radius zona.

Menurutnya, dampak dari zona radius zona dalam penerimaan siswa baru baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dirasakan siswa yang berprestasi.

"Iya menurut saya ini perlu dievaluasi. Sistem Zonasi ini siswa yang punya nilai akademik tinggi, tapi sekolahnya jauh kemana-mana akhirnya tidak diterima," kata Khaerul saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (12/7/2018).

Selain itu, kata Khaerul, siswa yang kurang mampu secara ekonomi pun dipastikan terdampak dengan jalur zonasi ini. Ia mencontohkan, ada siswa yang mendaftar lewat jalur zonasi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Namun, karena domisili rumah dengan sekolah yang dituju terlalu berjauhan, akhirnya siswa tersebut tidak masuk sekolah negeri. Kemudian, terpaksa masuk sekolah swasta dan harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal.

"Masuk sekolah swasta itu kan harus bayar," ucapnya.

Khaerul membeberkan, ada beberapa yang datang kepadanya terkait permasalahan PPDB tahun 2018 ini. Mayoritas menceritakan permasalahan yang terjadi dalam sistem jalur zonasi.

Dirinya menyarankan, solusi yang mestinya dilakukan pemerintah terkait PPDB ini adalah dengan melakukan pemerataan. Dengan pemerataan, menurutnya sistem zonasi akan lebih terkoordinir.

Tahun ini, khusus di Cimahi, ada sekitar 9.000 lulusan Sekolah Dasar (SD). Sedangkan yang diterima di 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Cimahi hanya sekitar 3.663 siswa.

Artinya, ada sekitar 5.337 siswa lulusan SD yang kemungkinan melanjutkan pendidikannya di SMP swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik S Nugrahawan mengakui, masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan PPDB tahun 2018. Pihaknya akan mengevaluasi PPDB tingkat SMP Negeri tahun 2018 ini. Khususnya PPDB jalur radius zona.

"Pasca PPDB, kita akan evaluasi. Bila pelu kita kirim surat ke Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud)," kata Dikdik.

Proses pendaftaran semua jalur PPDB SMP Negeri di Kota Cimahi sudah dilaksanakan sejak 25-26 Juni dan 2-6 Juli. Sedangkan pengumuman dilaksanakan 7 Juli 2018.

Kuota untuk 11 SMP Negeri di Kota Cimahi sendiri mencapai 3.554 siswa. Namun dari data yang dilihat dari lama resmi PPDB Kota Cimahi hari ini, total pendaftar sudah mencapai 3.663 siswa.

Dikatakan Dikdik, memang dalam sistem PPDB ini ada ketidakpuasan dari para orang tua siswa. Untuk itu, pihaknya meminta untuk memakulimnya. Pasalnya, dalam setiap penyelenggaraan pendidikan.

"Kami dalam menyelegarakan pendidikan tentu ada keterbatasan aturan," ucapnya.

Khusus jalur radius zona, menurut Dikdik memang, jalur yang harus dievaluasi. Terutama di Kota Cimahi. Alasannya, kata dia, berbicara zona kedekatan dengan sekolah, SMP Negeri di Kota Cimahi tidak merata.

Faktanya bisa dilihat dari jumlah SMP Negeri yang ada. Dari 15 kelurahan se-Kota Cimahi, empat di antaranya tidak memiliki SMP Negeri.

"SMP tak merata. Beberapa kelurahan tak memiliki sekolah negeri. Di antaranya Cigugur Tengah, Cibeber, Padasuka dan Pasir Kaliki," bebernya. 

Baca Lainnya