Jumat, 1 Juni 2018 14:49

Jadi Joki Calon Mahasiswa Kedokteran Unjani, Mahasiswa E Terancam Drop Out Hingga Bui

Reporter : Fery Bangkit 
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Mayjen Purnawirawan TNI, Witjaksono dalam jumpa pers di Gedung Sasana Krida Unjani, Jum'at (1/6/2018).
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Mayjen Purnawirawan TNI, Witjaksono dalam jumpa pers di Gedung Sasana Krida Unjani, Jum'at (1/6/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- E, salah seorang mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi terancam dikeluarkan dari kampusnya.

Pasalnya, mahasiswa semester 2 itu terlibat sindikat penipuan masuk Fakultas kedokteran Unjani.

Aksi joki ujian E terungkap pada 6 Mei 2018. Saat itu, ujian seleksi mahasiswa berlangsung di ruang 6, 5 dan 12 Gedung Psikologi. E dicurigai pengawas. Setelah diperiksa, ternyata ia membawa kamera capture berbentuk pulpen.

"Setelah diselidiki ternyata dia (E) mahasiswa Unjani semester 2," terang Sekretaris Rektor Unjani, Brigjen Purn TNI Dedi Hernadi saat jumpa pers di Unjani, Jum'at (1/6/2018).

Kemudian, pengawas juga mengamankan calon mahasiswa berinisial SR, R serta F. kecurigaan itu berawal ketika pengawas mendengar ada suara. Setelah diselidiki, ternyata ketiganya membawa earphone mini dan handphone.

Kemudian, dari hasil keterangan dan pengembangan pelaku yang tertangkap, ternyata ada juga calon mahasiswa lain yang mengikuti hal serupa. Mereka adalah A, N, S, W serta SB.

Setelah dilakukan pengembangan lagi, ternyata yang menjadi otak sindikat penipuan percaloan itu ialah perempuan berinisial R, warga Cililin, Bandung Barat.

"Ternyata R ini adalah ibu dari S yang tertangkap," kata Dedi.

Kemudian, dari keterangan pelaku joki E, Rektorat Unjani mengetahui bahwa bosnya ialah berinisial D dan H. Diketahui juga koordinator lapangannya berinisial T.

Dijelaskan Dedi, modus operandi yang dilakukan para pelaku penipuan itu dengan cara memfoto soal menggunakan kamera capture berbentuk pulpen, kemudian soal itu dikirimkan ke kelompoknya untuk dikerjakan.

30 menit kemudian, jawaban itu akan dikirim kepada calon mahasiswa yang memanfaatkan jasa calo itu. Dalam mencari korbannya, komplotan calo itu melakukan pendekatan kepada orang tua calon mahasiswa saat registrasi pendaftaran.

"Mereka (pelaku) menjamin bisa meluluskan dengan meminta bayaran Rp 200-250 juta. Jika setuju, korban diminta DP Rp 5 juta," kata Dedi.

Di tempat yang sama, Rektor Unjani Mayjen Purn TNI Witjaksono mengatakan, pelaku E yang merupakan mahasiswa Unjani akan diproses sesuai kode etik unjani.

"Akan diproses sesuai aturan yang ada," ucapnya.

Baca Lainnya