Limawaktu.id - Pada era industri 4.0, informasi bisa diperoleh tanpa batas. Kebebasan informasi itu bisa saja digunakan pihak lain untuk mengadu domba bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Bondan Tiara Sofyan usai mengisi orasi ilimiah dalam acara Dies Natalies Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) di Gedung Sasana Krida (GSK), Jln. Terusan, Kota Cimahi, Kamis (20/6/2019).
"Sehingga kita harus bisa bedakan dan kita harus waspada bahwa kebebasan informasi ini digunakan oleh pihak lain untuk mengadu domba kita," ujar Bondan.
Untuk meminimalisir pengaruh negatif era digital seperti sekarang ini, kata dia, semua warga negara Indonesia termasuk para mahasiswa harus berani perang melawan mindset. Sebab, ancaman adu domba itu bisa memecah belah persatuan bangsa.
"Saya ingatkan, adanya proxy war. Kalau bapak Menhan itu bilangnya perang mind set karena sekarag kita berada di industri 4.0. Itu kan informasi tanpa batas, berseliweran dimana saja di dunia maya," katanya.
Ditegaskan Bondan, semua warga negara Indonesia harus bisa membedakan dan tetap waspada terhadap era teknologi sekarang ini. Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan seputar bela negara untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Menurutnya, bela negara tidak hanya dilakukan oleh TNI atau aparat penegak lainnya, tapi bisa dilakukan oleh semua warga. "Tapi kita semua juga bisa bela negara. Caranya melakukan yang terbaik dalam profesi yang terbaik yang menunjukan kita cinta sama bangsa ini," ujarnya.
Sementara itu, Rektur Unjani Cimahi, Witjaksono mengatakan, dalam menghadapi era 4.0 ini, pihaknya selalu menyampaikan kepada mahasiswa agar aktif dalam kegiatan organisasi. Hal itu menurutnya merupakan salah satu cara mengisi waktu luang dalam kegiatan yang positif.
"Yang bisa dilakukan Unjani dalam proxy war di industri 4.0, saya minta dosen fokus pada pembelajaran akademik. Kami juga ajak mahasiswa aktif berorganisasi," ujarnya.