Senin, 13 Agustus 2018 15:32

Hidupkan Budaya Literasi, Dosen Unjani Sulap Mobil Sedan jadi Perpustakaan Berjalan

Reporter : Fery Bangkit 
Mahasiswa Unjani Tengah Memanfaatkan Keberadaa 'Mobil Literasi' Ala Lukman Munawar Fauzi
Mahasiswa Unjani Tengah Memanfaatkan Keberadaa 'Mobil Literasi' Ala Lukman Munawar Fauzi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Inovasi menghidupkan kembali minat membaca buku muncul dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi.

Namanya, Lukman Munawar Fauzi, salah seorang Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Unjani.

Atas keprihatinannya terhadap menurutnya budaya literasi, Lukman menyulap kendaraan pribadinya 'Mitsubisi Galant' keluaran tahun 90-an menjadi perpustakaan berjalan' yang dinamakan 'Mobil Literasi'.

"Muncul ide agar buku-buku dipajang dengan rapi dan tertata sehingga dilakukan perombakan," tutur Lukman, Senin (13/8/2018).

Total isi buku yang tersedia dalam perpustakaan berjalan itu ada 90 eksemplar. Buku-buku tersebut disimpan di atas rak-rak dalam bagasi mobil yang sudah dimodifikasi Lukman. Buku yang disediakan pun beragam dari bidang Ilmu Politik, pemerintahan, sastra, hingga buku resep masakan.

Sehari-hari, Lukman berkeliling dari satu fakultas ke fakultas lain di Unjani. Kemudian, 'Mobil Literasi' berhenti apabila ada masyarakat atau mahasiswa yang ingin membacanya. Buku yang disediakanpun disesuaikan dengan kebutuhan.

Ketika sudah berhenti, Lukman kemudian membuka bagasi dan membiarkan mahasiswa mengambil buku-buku tersebut, dilanjutkan dengan diskusi baik di taman, bangku teras, hingga kantin
Konsep mobil literasi digagaskan dua tahun lalu.

"Mobil literasi ini gerakan yang saya buat. Kenapa menjadi penting, karena untuk mengajak membaca mau enggak mau kita harus membuat hal yang berbeda, mengikuti kekinian dalam menikmati literasi yang ada," jelasnya.

Keberadaan perpustakaan berjalan pun diapresiasi para mahasiswa Unjani. Tiara Novianti (20), salah seorang mahasiswa Unjani mengaku sangat tertarik dengan keberadaan 'Mobil Literasi' tersebut. Baginya, proses pembelajaran di luar kelas luar ruang kelas menyenangkan dan tidak membosankan.

"Bagi saya, mobil tersebut merupakan hal yang revolusioner karena belajar identik dengan di kelas. Tapi dengan di luar membuka pandangan bahwa belajar tidak selalu membosankan dan malah menyenangkan dengan banyaknya buku yang tersedia," katanya.

Baca Lainnya