Limawaktu.id,- Peringatan Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menyisakan Pekerjaan Rumah (pr) bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan membenahi regulasi dan birokrasi dalam dunia pendidikan.
Endang Suherli, S.Ps.I guru MTs al-Islam Kota Bandung berharap adanya penghargaan untuk guru atau pendidik agar lebih diperhatikan.
"Pendidikan itu sakral poros utama peradaban, tetapi di Indonesia dari zaman guru Umar Bakrie dengan kualitas pendidikan yang dahulu bisa mencetak orang-orang Malaysia menjadi guru, sekarang berbeda, kesejahteraan guru tidak diperhatikan dan kualitas pendidikan rendah", keluhnya.
Menurut Endang, pendidikan dan kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan diatas kepentingan lainnya.
"Jangan terus dipolitisir, tunjangan guru dipotong dan seringkali terlambat sampai tiga bulan atau bahkan 6 bulan baru dibayar. Dengan alasan BOS terhambat dari pemerintahnya", tandasnya.
Selain itu Endang berharap tidak ada lagi upeti yang diberikan untuk birokrat-birokrat pendidikan atau organ pendidikan sebagai potongan tunjungan guru.
"Perlu bersama-sama mementingkan kepentingan pendidikan diatas kepentingan yang lain dan kesadaran masyarkat akan pentingnya pendidikan, sehingga kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan bisa berkembang", pungkasnya.