Selasa, 17 Juli 2018 16:15

Guru 'Zaman Old' Perang Melawan Teknologi

Reporter : Fery Bangkit 
Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi saat memberikan materi dalam acara IHT di SMAN 3 Kota Cimahi, Jln. Pesantren, Rabu (17/7/2018).
Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi saat memberikan materi dalam acara IHT di SMAN 3 Kota Cimahi, Jln. Pesantren, Rabu (17/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Masuknya era revolusi digital menuntut guru untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam pembelajaran.

Bagi guru 'zaman now', mungkin penggunaan teknologi, seperti penggunaan power point dalam mengajar tidaklah terlalu sulit. Beda hal dengan guru 'zaman old' atau era 1960-an. Butuh proses panjang untuk mempelajarinya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi ketika berkunjung ke SMA Negeri 3 Kota Cimahi, Jln, pesantren, Rabu (17/7/2018), pun menyampaikan, guru pada era globalisasi ini dituntut harus menerapkan Ilmu Tegknologi (IT) dalam proses pembelajaran.

"Kami pun sudah menyiapkan berbagai bahan ajar melalui aplikasi, sehingga diharapkan guru sudah menyiapkan berbagai bahan yang bisa diakses peserta didik," imbuhnya.

Total guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat mencapai 23.000 guru. Belum ditambah guru non PNS. Menurut Ahmad, dari semua guru yang ada, perbandingan guru 'zaman old dan zaman now' hampir seimbang.

Agar guru zaman dulu 'melek' IT, tentunya dibutuhkan pelatihan-pelatihan. Pelatihan dibutuhkan untuk memberikan pemahaman mengenai IT. Sebab, jika guru di era sekarang tak bisa menyesuaikan dengan siswanya, maka akan rentan membuat peserta didik jenuh.

"Minimal pasif kalau tidak aktif, misalnya menyiapkan power point dan menyiapkan bahan ajar dari internet karena sekarang perlu ada contoh yang kongkret," kata Ahmad.

Khusus SMA Negeri 3 Kota Cimahi memasuki tahun ajaran baru 2018/2019, diadakan kegiatan In House Training (IHT). Dalam kegiatan itu, dibahas pula pembuatan bahan ajar menggunakan IT.

Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Cimahi, Nelly Krisdiana mengatakan IHT di sekolahnya bukan hanya untuk pembekalan saja tetapi rutin diadakan karena dalam training ini pihaknya mencoba mengadakan pencerahan untuk guru-guru.

"Jadi media, metode dan materi yang dicerahkannya itu karena saat ini mereka sudah banyak dipengaruhi lingkungan luar baik lingkungan pergaulan maupun pengaruh dari teknologi," jelasnya.

Hal tersebut, kata dia, penanganannya harus terus dilakukan, sehingga guru yang konvensional karena metode guru yang lama metodenya tidak menyenangkan.

"Artinya harus berubah karena kebutuhan belajar anak saat ini sudah berubah. Kita mengambil dari berbagi sudut seperti untuk pendidikannya kita mengambil dari inspektorat dari Jakarta, LPMP maupun dari UPI," kata Nelly.

Kegiatan IHT itu, kata dia, untuk menjadikan guru yang bisa siap bekerja dengan semaksimal mungkin pada zaman, kondisi apapun.

"Untuk teknologi, disini jaringan internetnya sudah banyak dan ruang ICT kita punya empat yang fungsinya selain UNBK juga bisa dimanfaatkan untuk mencari materi dari internet," pungkasnya.

Baca Lainnya