Kamis, 11 Januari 2018 15:06

Guru Honorer SMA dan SMK Negeri Jabar Resah Terancam PHK

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi
Ilustrasi [Limawaktu]

Limawsktu.id - Guru honorer yang mengajar SMA dan SMK Negeri dilingkungan Provinsi Jawa Barat resah Terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menyusul beredarnya informasi kewajiban hadir selama 5 hari kerja dan mengajar minimal 32 jam perminggu, demikian siaran pers Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) yang diterima limawaktu.id, Kamis (11/1/18).

Ketua FAGI Iwan Hermawan mengaku sudah melakukan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial tersebut kepada Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi, Kamis (11/1/18).

Dari klarifikasi tersebut Iwan menyimpulkan bahwa untuk guru dan Tata Usaha (TU) sekolah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar wajib hadir 5 hari kerja sesuai dengan jam kerja yg sudah di tentukan dan guru PNS atau ASN wajib megajar sekurang-kurangnya 32 jam perminggu.

"Jika belum mencapai 32 jam maka dipenuhi dengan tugas tambahan seperti petugas perpustakaan, petugas Laboratorium, piket, walikelas, pembina ekrtakurikuler atau mengajar mata pelajaran lainnya sesuai kelayakannya," jelasnya.

Selain itu, tambah Iwan, jika Guru dan TU PNS atau ASN akan keluar dari sekolah karena ada keperlua, maka wajib sepengetahuan kepala Sekolah dan membawa surat tugas atau surat keterangan dari kepala sekolah atau yang mewakilinya.

Iwan berharap kesimpulan hasil klarifikasi tersebut bisa menjawab keresahan guru honorer SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat. (jk)*

Baca Lainnya

Sutoyo Indarjito
Sutoyo Indarjito

Mengajar pelajaran lainnya sesuai dengan kelayakan berarti mengambil jam pelajaran guru honorer, berarti mengeluarkan guru honorer karena tidak memiliki jam. sebaiknya jam untuk menambah dari 24 ke 32 jam tidak perlu oleh mengajar saja ( piket, membimbing, wali kelas, mengikuti berbagai kursus disekolah, sebagai instruktur internal kepada guru yunior, koordinator mading, koordinator lingkungan sekolah komite disiplin siswa dll)

22 Maret 2018 6:34 Balas