Kamis, 9 Agustus 2018 21:06

Goyang Diki Blorot, 'Pelet' Ikan Unik ala Sudarno

Reporter : Fery Bangkit 
Sudarno Goyang Dikit Blorot (SGDB)
Sudarno Goyang Dikit Blorot (SGDB) [limawaktu]

Limawaktu.id, - Namanya 'Sudarno Goyang Dikit Blorot (SGDB)'. Sekilas, terbilang unik. Tapi ternyata setelah ditelisik, itu merupakan nama alat pemberi pakan atau 'pelet' ikan.

Alat 'pelet' ikan itu diciptakan seorang petambak ikan bandeng asal Desa Cemara, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu bernama Sudarno.

Ceritanya, inspriasi pembuatan alat tersebut berawal dari pengalamannya dalam budidaya ikan yang masih secara manual yakni dengan cara menebar pakan menggunakan tangan ke dalam kolam atau tambak.

Tapi cara tersebut dinilai kurang efektif, karena bisa menghabiskan waktu yang lama dan membutuhkan pekerja lebih banyak jika kolam atau tambaknya besar.
Selain itu, pemberian pakan secara berlebihan juga bisa berakibat tergangunya kesehatan bahkan hingga menyebabkan kematian ikan.

Sudarno menuturkan, bahan-bahan pembuatan SGDS banyak tersedia di sekitar. Murah, bahkan gratis, bisa dengan botol air mineral maupun galon bekas. "Cara buatnya pun sangat gampang. Bahan-bahan itu tinggal disambung pipa sebagai tempat keluarnya pakan ikan. Cara kerjanya, pakan baru keluar jika pipa disentuh ikan yang sedang mencari makan," katanya saat ditemui dalam acara Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Jabar ke VIII di Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (9/8/2018).

Cara kerja alat ini sangat sederhana, tinggal menuangkan pakan ikan ke dalam tempat penampung berbentuk tabung yang sudah dibuat sebelumnya. SGDB akan bekerja secara otomatif mengeluarkan pakan apabila pipa paralon tersentuh ikan.

Dia mengungkapkan, ide pembuatan SGDS ini mulai terpikirkan pada pertengahan tahun 2016. Saat itu, Sudarno kerepotan harus memberikan pakan sekitar 10 tambak ikan bandeng miliknya karena ongkos pekerja yang harus dibayarkannya cukup besar. Belum ditambah dengan faktor cuaca, meski hujan, ikan tetap harus diberi pakan.

"Sehingga, dari sana saya berfikir bagaimana membuat alat yang bisa menggantikan tenaga manusia dengan teknologi sederhana. Beberapa kali eksperimen, saya praktekan di tambak, alhamdulillah ternyata alatnya sangat berguna sekali," jelas Sudarno.

Dia menyatakan, jika pemberian pakan masih secara manual, misalnya dengan menabur pakan sebanyak 30 kg, minimal bisa menghabiskan waktu sampai 30 menit. Tapi dengan alat ini, satu orang pekerja dapat memberi pakan hingga 20 petak ikan karena cara kerjanya hanya tinggal mengisi pakan di drum atau tabung.

Lantaran SGDS dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak, tak heran jika Sudarno dinobatkan sebagai juara I Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Jabar tahun 2018. Pemberian penghargaan diberikan secara langsung oleh Penjabat Gubernur Jabar, M Iriawan.

Sebelumnya, penghargaan serupa dalam Lomba Cipta Teknologi Tepat Guna Tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2017 juga pernah diraihnya. Walau inovasinya sangat berguna, Sudarno menyatakan, tidak akan memproduksi SGDS secara massal, sebab alat tersebut mudah dibuat oleh siapa pun.

Dia menyatakan, alat seperti ini sangat dibutuhkan petambak ikan, soalnya hampir 90% petambak di Indonesia masih memberikan pakan secara manual. Dengan hadirnya alat ini, diharapkan hasil produksi ikan lebih banyak dan kesejahteraan peternak ikan bisa meningkat.

"Uniknya, alat ini baru ada di dunia, simpel, sederhana tapi manfaatnya luar biasa. Itu mungkin yang jadi penilaian tim juri dan efek tepat gunanya bagi masyarakat. Di mana masyarakat bisa memproduksi, membuat dan memperbanyak sendiri tanpa biaya, embel-embel hak paten, atau beli di toko. Alatnya bisa dibuat sendiri," jelasnya.

Baca Lainnya