Kamis, 13 September 2018 16:24

Gandeng Schneider Electric, Kemendikbu Targetkan 10 Ribu Lebih Lulusan SMK Siap Kerja

Reporter : Fery Bangkit 
Peresmian Pusat Keunggulan yang diresmikan di P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi, Kamis (13/9/2018). Program itu merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan Schneider Electric.
Peresmian Pusat Keunggulan yang diresmikan di P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi, Kamis (13/9/2018). Program itu merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan Schneider Electric. [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) RI menargetkan, sebanyak 10.800 lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMK) bisa mendapat sertifikat Schneider Electric Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud RI, Ananto Kusuma Seta usai meresmikan 'Pusat Keunggulan Bidang Listrik, Otomasi dan Energi Terbarukan di P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga : Kembangkan Teknologi Terbarukan, 240 Guru dan Kepala Lab SMK akan Dilatih Ahli Listrik Prancis

"Kita berharap, dalam jangka waktu lima tahun, sekitar 11 ribu siswa SMK bersertifikat Schneider," kata Ananto.

Pusat Keunggulan yang dikerjasamakan antara Kemendikbud RI dengan Schneider Electric merupakan program pelatihan (training of traners) bagi para guru dan tenaga kependidikan di SMK. Programnya dirancang sesuai dengan standar internasional yang menghubungkan akademik dengan kebutuhan dan penerama di industri.

"Fokusnya adalah bidang manajemen energi, otomatisasi bangunan, otomatisasi industri, instalasi bangunan dan energi terbarukan," katanya.

Target sekitar 10.800 siswa siap bekerja diyakini Ananto akan terealisasi dalam lima tahun ke depan. Sebab. Mereka akan dibimbing sekitar 240 guru dan tenaga pendidik yang mengikuti pelatihan langsung di 'Pusat Keunggulan'.

Ratusan guru dan tenaga pendidik khusus SMK itu akan dibimbing oleh ahli listrik asal Prancis di Pusat Keunggulan P4TK BMTI, Jln. Pesantren, Kota Cimahi secara bergiliran. Pelatihan akan digelar selama enam minggu.

"Untuk tahun ini kita targetkan sekitar 60-70 guru dan tenaga pendidik SMK yang mendapat pelatihan. 70 persen praktik, 30 persen teori" tutur Ananto.

Dikatakan Ananto, dengan adanya pelatihan mengenai bidang kelistrikan, otomasi dan energi terbarukan ini, para guru mampu menyerap ilmu yang didapat dari para ahli. Agar mudah mengerti, guru yang ikut pelatihan pun diseleksi berdasarkan komunikasi bahasa yang digunakan.

Hasilnya, dari pelatihan ini, para guru dan operator akan menyalurkan ilmu yang didapat. Sehingga, nantinya mampu menciptakan lulusan yang siap bekerja.

Baca Lainnya