Minggu, 11 Maret 2018 20:44

FK Unjani Gelar Workshop, Begini Pembahasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Seminar dan Workshop Fakultas Kedokeran Unjani di Gedung Hindarto Jusman, Unjani, Sabtu (10/3/2018).
Seminar dan Workshop Fakultas Kedokeran Unjani di Gedung Hindarto Jusman, Unjani, Sabtu (10/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Dr. dr. Eka Noneng Nawangsih M, Kes mengaku prihatin dengan maraknya fenomena kekerasan terhadap siswa di sekolah.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Seminar dan Workshop Fakultas Kedokeran Unjani di Gedung Hindarto Jusman, Unjani, Sabtu (10/3/2018).

Kegiatan yang diikuti 105 pelajar dan 70 guru Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai SMA di Jawa Barat serta Jabodetabek itu merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Unjani dengan sasaran para siswa dan guru BK.

"Kita merasa khawatir zaman sekarang dengan adanya fenomena kekerasan pada siswa disekolah-sekolah, siswa pada guru, kami prihatin sekali," ujar Eka.

Atas fenomena tersebut, kata Eka, Fakultas Kedokteran Unjani ingin mencoba memberikan sumbangan bagi masyarakat, terutama guru-guru BK. Pasalnya, guru BK memiliki peran vital untuk menghandle kasus-kasus kekerasan di sekolah.

Menyinggung workshop Bantuan hidup dasar, lanjut Eka, itu merupakan bagian dari edukasi kepada siswa dalam menghadapi masalah emergensi yang munculnya seringkali tidak terduga.

"Kedepannya Fakultas Kedokteran Unjani akan bekerjasama dengan Unit Kesehatan Sekolah-UKS yang ada di SMA, dalam hal menangani masalah yang bersifat kedaruratan dan emergensi, sebagai salah satu unggulan program studi Kedokteran di Unjani," bebernya.

Sementara dr. Hasrini Rowawi SpKJ, Ahli Psikiatri menilai, tindak kekerasan yang dihadapi anak sering menimbulkan gangguan pada kesehatan mental anak saat berusia remaja hingga dewasa.

"Berdasarkan data WHO tahun 2016, seperempat orang dewasa melaporkan telah mengalami pelecehan fisik pada saat anak-anak. Bahkan 1 dari 5 wanita dan 1 dari 13 pria melaporkan telah dilecehkan secara seksual saat anak-anak," terangnya.

Menurut Hasrini, remaja merupakan periode kritis perkembangan anak menjadi dewasa yang suka mencoba hal baru, berisiko dan berbeda pendapat dengan orang tua. Bahkan sering memicu konflik antar temannya maupun lingkungan sekitarnya.

"Apabila konflik itu tidak diselesaikan dengan baik maka akan memberikan dampak terhadap perkembangan mental anak tersebut dikemudian hari," terangnya.

Sekedar informasi, kegiatan Seminar dan Workshop itu dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unjani dr. Friatna, pR. Juga menampilkan narasumber Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling-MGBK Indonesia Drs. Syamsudin M.Pd dan Psikolog Miryam Ariadne Sigarlaki. Msi serta Psikiatri dr.Hasrini Rowawi. pKJ(K).

Selain itu para siswa juga mengikuti work shop tentang Bantuan Hidup Sehat dengan instruktur dr. Andri Anugerah dan Kedaruratan Medik Gigi dengan instruktur drg. Herryawan Jugri.