Jumat, 2 Februari 2018 12:39

Fajar SD Bimasena: Mau Jadi Wartawan Biar Bisa Nyebarin Berita

Reporter : Jumadi Kusuma
Siswa-siswi Kelas 2 Nakula SD Bimasena Selepas Acara Pengenalan Profesi Wartawan.
Siswa-siswi Kelas 2 Nakula SD Bimasena Selepas Acara Pengenalan Profesi Wartawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tanpa malu-malu dan sungkan, siswa-siswi Kelas 2 sd Bimasena seakan berlomba mengajukan berbagai pertanyaan tentang profesi wartawan saat limawaktu.id diundang menjadi narasumber dan tanya jawab seputar kerja jurnalistik, bertempat di Ruang Kelas Nakula SD Bimasena, Jl. Nanjung No. 82 Margaasih Kabupaten Bandung, Jumat (2/2/18).

Setelah perkenalan kemudian langsung tanya jawab seputar apa itu profesi wartawan, bagaimana menjadi wartawan, alat dan cara kerja wartawan, suka duka menjadi wartawan dan lain sebagainya. Selepas tanya jawab beberapa siswa ingin menjadi wartawan dan merubah cita-cita sebelumnya, berikut siswa yang diwawancara limawaktu.id selepas acara tanya jawab.

"Mau jadi wartawan biar bisa nyebarin berita ke orang-orang yang belum tahu", kata Fajar Maulana.

Lain lagi dengan Kaisya yang cita-cita awalnya ingin jadi guru, "Tadi itu kan asalnya pengen jadi guru tapi pas diceritain wartawan, pengen jadi wartawan langsung, soalnya pengen keliling dunia".

Beda lagi dengan Aira yang juga ingin keliling dunia, "Aku asalnya pertama itu mau jadi pilot, kan aku pengen keliling dunia, tapi jadi wartawan juga bisa. Aku pengen keliling dunianya nggak kayak pilot, kan pilot mah biasanya nanti balik lagi ke Indonesia, wartawan mah kadang balik lagi".

Program rutin pengenalan profesi di SD Bimasena diselenggarakan setiap akhir semester atau semester dua, dari kelas 1 sampai kelas 6, demikian penuturan Rindi guru kelas 2 Nakula.

"Kami memperkenalkan anak-anak ke macam-macam profesi dan membuat anak-anak menyukai pekerjaan itu, tentang suka dukanya. Kita mengundang narasumber supaya mereka tahu salah satu profesi yang jarang mereka lihat. Diakhir tema anak-anak bisa menentukan cita-citanya ingin menjadi apa, mereka bisa melihat kekurangan dan kelebihannya, untuk meraih cita-cita apa yang dibutuhkan dan apa yang harus diperbaiki", tutur Rindi.

Baca Lainnya