Sabtu, 27 Januari 2018 13:30

FAGI: UNBK SMP Jangan Dipaksakan, Repotkan Orangtua Siswa

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu,- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Terkait pelaksanaan UNBK untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan meminta para kepala dinas pendidikan kota atau kabupaten tidak memaksakan UNBK bagi SMP mengingat pemerintah pusat dan daerah belum memberikan sarana secara merata, baik untuk server maupun komputernya, demikian siaran pers FAGI yang diterima limawaktu.id, Sabtu (27/1/18).

Menurut Iwan, saat ini atas instruksi dinas pendidikan kota atau kabupaten ramai-ramai SMP melaksanakan UNBK, bahkan ada yang memaksakan dengan menggalang sumbangan orangtua siswa untuk membeli server atau perangkat lainnya atau menyewa server dengan laptop ke pihak ke swasta, "Ini akan mengunakan biaya yang besar ujung-ujungnya kembali merepotkan orangtua siswa", tandasnya.

Selain itu ada juga pihak SMP yang kerjasama antar sekolah dengan meminjam tempat dan komputer SMA/SMK, masalahnya menurut Iwan, FAGI belum menemukan adanya MOU antar disdik kota atau kabupaten dengan disdik provinsi tentang peminjaman tempat dan komputer tersebut.

"Bukankah SMP dengan SMA/SMK sudah berbeda pengelolaannya?, seharusnya diatur masalah peminjaman tersebut yang memuat pasal tidak dipungut biaya, sehingga tidak ada sekolah yang mengkomersilkan, paling untuk biaya kebersihan dan ganti pengunaan listrik", tanyanya.

Untuk itu FAGI menghimbau laksanakan saja Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNKP) jika sekolah belum mampu untuk melaksanakan UNBK, "Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan kemendikbud UN tidak dijadikan penentu kelulusan, namun untuk SMP bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk seleksi masuk SMA atau SMK", pungkasnya.