Jumat, 24 November 2017 23:07

Dibayar Rp 200 Ribu Sebulan, Guru Honorer Harapkan Perhatian Pemkab Bandung

ilustrasi
ilustrasi [pixabay]

Limawaktu.id, - Ribuan guru honorer di Kabupaten Bandung mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bandung memperhatikan kesejahteraan mereka. Paling tidak, besaran upah yang mereka terima setiap bulan bisa mengikuti aturan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berlaku. 

Ketua Forum Guru Honorer Sekolah (FKGHS) Kabupaten Bandung, Toto Ruhiat mengatakan, saat ini jumlah guru honorer yang sehari hari mengajar diberbagai sekolah negeri kurang lebih sebanyak 11 ribu orang.  Masa kerja mereka pun bervariatif namun kebanyakan diatas lima tahun lebih. Namun sayangnya kesejahteraan para guru honorer itu, bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Betapa tidak,  ditengah himpitan ekonomi yang semakin berat, setiap bulan mereka harus puas dengan upah bulanan Rp. 200 ribu.

"Setiap bulan itulah upah yang kami terima, dengan upah Rp 200 ribu perbulan di zaman serba mahal seperti sekarang, bisa dibayangkan bagaimana rumitnya kehidupan kami. Nah untuk menutupi kekurangan itu, kami bertahan hidup dengan mencari nafkah bidang lain, ada yang ngojek, berdagang dan lain sebagainya," kata Toto saat memberikan keterangannya, Jumat (24/11/2017).


Selain beban hidup, kata Toto, beban pekerjaan mereka juga tergolong berat. Karena meskipun secara formal terdapat aturan porsi beban kerja setiap guru disetiap sekolah. Namun pada kenyataannya, beban pekerjaan para guru honorer ini jauh lebih berat ketimbang para guru yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setiap hari, mereka mengajar di kelas rata rata perhari dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. 


"Kalau aturannya memang bagus, tapi kenyataannya di lapangan beban kami yang honorer lebih berat. Banyak guru yang sudah PNS malah santai-santai," paparnya. (lie)*

 

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuuuh

24 November 2017 22:10 Balas