Rabu, 21 Februari 2018 17:08

Dengan Skala Prioritas Benahi Carut Marut Pendidikan di Indonesia

Reporter : Jumadi Kusuma
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana (berbaju pangsi).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana (berbaju pangsi). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Menyoal rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia sebagaimana yang digambarkan dalam tulisan jurnalis Reuters Elizabeth Pisani yang membandingkan pendidikan Indonesia dengan negara lain terutama di kawasan ASEAN, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menanggapinya dengan membuat skala prioritas dalam membenahi kompleksnya masalah pendidikan.

Menurut Elih, sistem pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 harus dipahami dan diyakini oleh semua pihak memiliki perbedaan sekaligus persamaan dengan sistem pendidikan lainnya sebagai rujukan yang menjadi ukuran bersama, jadi tidak merasa benar sendiri.

"Jangan sampai sistem pendidikan selalu berubah setiap ganti kekuasaan. Keberhasilan Finlandia dan Korea itu nampak dari konsistensi dan komitmen pada sistem karena pendidikan adalah investasi kemanusiaan bukan barang, memerlukan waktu yang lama, jangka panjang", tutur Elih.

Selain itu harus ada penyederhanaan kurikulum, "Dalam pendidikan dasar hanya mengurus pendidikan yang paling dasar misalkan literasi dasar atau calistung, literasi sains dan teknologi, kewarganegaraan serta pendidikan karakter", imbuhnya.

Terkait tenaga pendidik harus diisi oleh guru yang profesional dan menguasai pedagogical - content knowledge, "Benahi tata kelola guru dan sekolah dengan menjauhkan dari kewenangan lokal yang sering berubah-rubah, beri perlindungan profesional dan jauhkan dari kepentingan sosial yang sentimentil", pungkasnya kepada limawaktu.id, Rabu (21/2/18).

Baca Lainnya